Text
Pembuatan Ingot Silikon Kualitas Metalurgi dari Pasir SiliKa
Pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia memerlukan energi listrik
dalam jumlah besar, konsumsi listrik Indonesia setiap tahunnya terus
meningkat sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi
nasional, yaitu meningkat sekitar 6,5% per tahun. Pada saat ini
kapasitas pembangkit listrik nasional sebesar 24.000 MW dengan
rasio elektrifikasi yang dicapai dengan kapasitas pembangkit listrik
yang tersedia saat ini hanya sebesar 65%, dan defisit ketersediaan
listrik yang terjadi pada saat ini akan makin meningkat setiap tahun
sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Indonesia sebagai negara
tropis yang hanya mengalami dua musim, panas dan hujan memiliki
potensi Energi Baru Terbaharukan (EBT) yang cukup besar, dan
matahari akan bersinar sepanjang tahun dan kondisi iklim yang
dimiliki Indonesia sangat mendukung untuk pemanfaatan sumber
energi berasal dari matahari atau tenaga surya dan akan menjadi
potensi sumber energi listrik alternatif masa depan bagi Indonesia
dengan persediaan yang tidak terbatas. Salah satu teknologi sel surya
yang telah digunakan secara komersial dan terbesar pada saat ini
sebagai pembangkit listrik tenaga surya adalah teknologi sel surya
berbasis poli-silikon maupun mono-silikon. Logam silikon dihasilkan
oleh industri pertambangan pengolahan pasir kuarsa melalui proses
ekstraksi secara pirometalurgi (reduksi karbotermik). Logam silikon
yang diperoleh dikategorikan sebagai logam silikon berkemurnian
tingkat matalurgi metallurgical-grade silicon (>98%-Si). Pada tahap
selanjutnya metallurgical-grade silicon dimurnikan untuk mencapai
tingkat kemurnian tingkat solar-grade silicon. Proses peningkatan
kemurnian silikon dari metallurgical-grade silicon ke solar-grade
silicon (>>99.998%-Si) yang digunakan secara komersial saat ini
melalui dua jalur proses, dikenal sebgai jalur proses secara kimia dan
metalurgi. Oleh karena itu, metallurgical-grade silicon sebagai bahan
338
utama dari komponen utama pada modul pembangkit listrik energi
surya menjadi faktor penting dalam ketersediaannya untuk
mendukung indsutri modul sel surya (solar cell). Tujuan dari
penelitian pembuatan ingot silikon kualitas metalurgi dari pasri silika
pada tahun 2012 (lanjutan tahun ke-3) adalah mengkaji proses
peleburan pasir silika untuk menghasilkan ingot silikon menggunakan
tanur busur listrik berarus listrik DC. Proses peleburan silica dengan
tanur busur listrik sebagai tahap pertama proses untuk memperoleh
logam silikon dari pasir silika dengan ditambahkan bahan reduktor
terdiri atas karbon dan silikon karbida (SiC) dan dikenal sebagai
proses peleburan reduksi karbotermik. Bahan baku silika yang telah
dipurifikasi (>96%-SiO2) dengan tingkat kandungan 338omoge-unsur
pengotor yang telah memenuhi dan bahan reduktor harus dicampur
secara baik dan merata dengan proses peletisasi agar proses reduksi
pada proses peleburan dapat dicapai secara optimal. Tegangan dan
kuat arus listrik DC diberikan dan diatur melalui alat sumber penghasil
arus listrik DC (rectifier) sebagai variabel proses peleburan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain