Text
Pembangunan Pilot Plant Teknologi Pembakaran Batubara dengan Pembakar Siklon
Untuk pengembangan teknologi subtitusi BBM dengan batubara di
fasilitas industri menggunakan pembakar siklon, beberapa masalah
perlu diatasi sehingga teknik ini menjadi lebih praktis dan handal.
Masalah yang diteliti adalah peranan tungku lanjutan untuk
meningkatkan kapasitas pembakaran tungku siklon, penggunaan
penyalur nyumatik dan pembuatan pembakar siklon kapasitas 15
kg/jam. Uji dengan tungku lanjutan belum mencapai sasaran yang
diharapkan sebab fasilitas kipas dengan kapasitas yang sesuai belum
tersedia, dan penggunaan kipas kecil hanya memberikan pengamatan
kualitatif. Percobaan penggunaan penyalur nyumatik menunjukan
peluang yang besar untuk teknik ini guna diterapkan di industri
karena lebih handal dan memerlukan energi yang lebih rendah untuk
menyalurkan batubara bubuk. Dengan kipas pengisap 42 m3/menit 12
370
in H2O dapat mengangkut tepung batubara -30mesh sebanyak 1,5
kg/menit bersama 6,9 m3/menit udara sampai ketinggian 2,8 m.
Dengan teknik ini masalah penyalur batubara tepung di industri dalam
sistem pipa dapat dilakukan. Untuk pembuatan pembakar siklon
kapasitas 15 kg/jam telah berhsil dirakit silinder siklon Ø 34 cm,
panjang 110 cm, dengan peniup udara 2 in, 120 watt dan pengumpan
batubara dengan motor listrik 60 watt. Pembakar siklon kapasitas
kecil dengan daya listrik rendah banyak diperlukan oleh industri kecil
di pedesaan. Keunggulan alat pembakar siklon dibanding teknologi
lain adalah dengan pembakar siklon batubara telah dibakar sempurna
didalam silinder siklon sehingga yang dihasilkan adalah asap panas
yang bersih dan stabil sebab sudah tidak mengandung bahan yang
dapat terbakar lagi seperti karbon, hidrokarbon dan CO. Asap dan api
ini dapat dikirim ke ruang-ruang dalam fasilitas industri dengan
keadaan tetap stabil, tidak menghasilkan asap. Dibandingkan teknik
pembakaran batubara bubuk (pulverized coal burner) yang membakar
sebagian batubaranya diluar tungku, mengakibatkan timbulnya asap
dan terhentinya proses pembakaran jika diterapkan pada fasilitas-
fasilitas industri bertemperatur rendah dari titik nyala batubara.
Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk pengembangan teknik
subtitusi pembakar BBM dengan pembakar batubara untuk berbagai
jenis fasilitas industri sehingga diperoleh teknik yang semakin bersih,
praktis dan handal, adapun maksud kegiatan ini adalah untuk
peningkatan kapasitas pembakar siklon 700 kg/jam menjadi 1000
kg/jam dengan menambah tungku lanjutan, uji operasional penyalur
nyumatik pada boiler 1 ton uap/jam dan uji operasional pembakar
siklon 15 kg/jam. Kegiatan ini diharapkan program pemerintah untuk
meningkatkan peran batubara dalam bauran energi nasional (energy
mix) segera mencapai 33% sesuai dengan targetnya pada tahun 2025.
Tidak tersedia versi lain