Text
Uji Coba Keaktifan Katalis Mineral Besi untuk Co-Liquefaction Batubara dengan Residu Minyak Bumi
Walaupun ilmu pengetahuan dan teknologi pencairan batubara telah
berkembang dewasa ini, namun para peneliti masih belum dapat
mengembangkan proses pencairan batubara yang dapat menghasilkan
bahan bakar cair dengan harga yang kompetitif dibandingkan harga
minyak bumi yang salah satu sebabnya adalah rendahnya aktivasi
katalis pencairan batubara. Pada tahun anggaran 2010 ini Tim
pencairan batubara telah melaksanakan dua jenis kegiatan yaitu
kegiatan penelitian bahan katalis untuk proses pencairan batubara di
Laboratorium dan kegiatan untuk memfasilitasi kerjasama dengan
calon investor pabrik pencairan batubara sehingga pengembangan
katalis sangat penting dilakukan untuk meningkatkan keekonomian
teknologi pencairan batubara sementara itu kerjasama dengan luar
negeri harus terus didorong karena aplikasi teknologi pencairan skala
komersial memerlukan dukungan dana dan teknologi dari luar negeri.
Ruang lingkup kegiatan Tim Pencairan Batubara selain melakukan
penelitian juga mengikuti pertemuan atau rapat untuk mendukung
dan mempromosikan pembangunan pabrik pencairan batubara skala
komersial di Indonesia dan mengadakan diskusi dengan tenaga ahli
dan nara sumber. Rencana penerapan teknologi pencairan batubara
dan Afrika Selatan (SASOL) di Indonesia mengalami beberapa kendala,
SASOL menginginkan ada partner dari Indonesia yang mau investasi
dalam proyek ini tetapi PT. Pertamina dan PT. BA belum berminat
untuk investasi. PT. Pertamina hanya ingin sebagai pembeli produk
CTL dan pihak PT. BA hanya akan berperan sebagai coal supplier.
Mungkin karena berlarut-larutnya waktu negoisasi atau karena faktor
lain, SASOL pada tanggal 25 Oktober 2010 menyatakan
mengundurkan diri dari rencana kerjasama ini. Tim Pencairan
Batubara juga melakukan studi pustaka yang bertujuan mengetahui
392
perkembangan teknologi pencairan batubara dan hambatan-hambatan
aplikasi teknologi ini dalam skala komersial. Studi Pustaka meliputi
studi perkembangan teknologi DCL, perkembangan teknologi ICL,
teknologi gasifikasi batubara, teknologi gas to liquids (GTL) dan
teknologi CTL-SASOL. Hasil studi pustaka menyimpulkan aplikasi
teknologi pencairan batubara sangat sulit dilakukan karena
memerlukan investasi yang sangat besar dan secara ekonomi akan
kalah bersaing dengan teknologi gas to liquids (GTL). Penelitian ini
bertujuan mengembangkan katalis yang lebih aktif dibandingkan
katalis yang dipakai saat ini (Limonit) dan meningkatkan jumlah
produk cair proses pencairan batubara dengan cara co-liqiefaction
dengan residu minyak bumi. Hasil percobaan menunjukkan katalis
dari bahan garnerit lebih aktif dibandingkan katalis dari bahan limonit
terutama pada kondisi tekanan tinggi.
Tidak tersedia versi lain