Text
Pelindian Bijih Emas dengan Larutan Amonia Tiosuldat (Batch Scale)
Ekstraksi emas dengan teknik sianidasi telah lama digunakan secara
komersial namun saat ini proses sianidasi menjadi masalah yang
sangat berat karena limbah proses yang dihasilkan menimbulkan
dampak lingkungan sangat serius sebagai akibat dari senyawa sianida
yang sangat toksik. Disamping itu, ketidakmampuan larutan sianida
dalam melindi bijih emas refraktori karbonan (carbonaceous ores) dan
kompleks (auriferous ores) secara efektif merupan masalah yang harus
diantisipasi. Upaya mencari alternatif metode bukan sianida untuk
proses ekstraksi emas telah dilakukan intensif sejak tahun 1970-an.
Dari sejumlah proses alternative, pelindian tiosulfat merupakan
proses yang paling menjanjikan serta telah diterapkan secara
komersial di beberapa Negara. Oleh karena itu, penelitian yang
mengkaji pelindian tiosulfat ini akan mempunyai peran berharga
dalam menjelaskan dan mensosialisasikan metode ekstrasi emas
dengan bahan yang ramah lingkungan, berbiaya operasional yang
kompetitif terhadap metode sianidasi serta kinerja proses yang
sebanding dengan proses sianidasi. Dari penelitian ini diperoleh data
parameter utamayang paling berpengaruh dalam proses pelindian biji
emasdengan media tiosulfat, serta pengalaman praktis mengenai
metode pelindian tiosulfat untuk ekstraksi emas dari bijih emas,
terutama dalam memahami mekanisme dan pengendalian proses. Hal
ini akan menjadi dasar teknis untuk merancang pengembangan ke
skala system kontinu (bench scale) yang dapat dilanjutkan ke skala
pilot plant. Kadar emas dan perak yang ada dalam endapan adalah
18,7 g/t Au dan 188,3 g/t Ag (Marcoux, dkk., 1996). Mengacu kepada
mandala metalogen-nya, endapan emas yang berasosiasi dalam ke-
empat urat kuarsa tersebut dapat digolongkan menjadi empat macam,
yaitu : (1) Fasies karbonan-kuarsa (CQ), (2) Mangan oksida-kuarsa
(MOQ), (3) Kuarsa opal berlapis (BOQ), (4) Kuarsa bersulfida (GSQ).
Hasil percobaan menunjukan bahwa konsumsi tiosulfat sangat
dipengaruhi oleh aerasi, konsentrasi (penambahan) ammonia, pH
larutan dan besaran kosentrasi awal tiosulfat. Penggunaan aerasi
dalam proses pelindian akan meningkatkan kecepatan kehilangan
tiosulfat; begitupun sebaliknya. Dari karakterisasi ekstraksi emas
dengan pelindian tiosulfat dalam percobaan skala batch, diperoleh
data parameter utama paling berpengaruh dalam proses pelindian
bijih emas dengan media tisulfat, serta pemahaman lengkap sebagai
alternatif proses sianidasi yang ramah lingkungan, murah dan efektif.
Tidak tersedia versi lain