Text
Pembuatan Katalis Pencairan Batubara dari Red Mud Tayan Kalimantan Barat
Red mud adalah produk samping dari pembuatan alumina melalui
proses Bayer yang mengandung oksida besi, silicon aluminium,
natrium, dan kalsium. Umumnya red mud yang dihasilkan dari proses
Bayer tersebut sekitar 50% dari umpan bahan baku. Dengan adanya
rencana pembangunan pabrik pengolahan bauksit dengan kapasitas
produksi 400 ribu ton per tahun alumina, maka jumlah bauksit yang
dibutuhkan adalah mendekati 800 ribu ton per tahun, dengan jumlah
yang cukup besar ini red mud perlu mendapatkan perhatian serius
karena mengingat selama ini, penanganan red mud hanya dengan
membuang ke lahan kosong sementara itu tahun 2015 limbah
termasuk red mud tidak diperkenankan lagi untuk dibuang tanpa ada
proses lanjutan. Oleh karena itu untuk mengantisipasi rencana PT
Antam tbk untuk membangun pabrik alumina maka cara penanganan
red mud yang dihasilkan harus dipersiapkan, salah satunya adalah
dengan memanfaatkan red mud tersebut sebagai bahan katalis pada
proses pencairan batubara sebab Red mud juga dapat digunakan
sebagai katalis pencairan batubara. Namun katalis red mud ini tidak
sereaktif katalis berbasis besi lainnya karena kelemahan katalis red
mud terletak pada luas permukaan yang cepat turun dan waktu
pakainya yang singkat. Studi tentang aktivitas red mud, residu
pembuatan alumina dari bauksit dengan proses Bayer yang akan
digunakan sebagai bahan katalis pencairan batubara. Kegiatan dimulai
dengan melakukan pengolahan bauksit Tayan Kalimantan Barat dan
bauksit dari pulau Kijang dengan proses Bayer. Parameter proses
bayer yang dilakukan adalah: NaOH 129 g/l, suhu 150°C dan waktu
proses 2 jam. Red mud yang dihasilkan diaktivasi dengan cara
melarutkannya dalam asam khlorida (HCI) dan asam fosfat (H3PO4),
mendidihkan larutan tersebut, mengatur pH larutan 5, 8, dan 11,
menyaring, mencuci, mengeringkan dan mengkalsinasi endapan yang
terbentuk. Karakterisasi katalis dilakukan dengan XRD, XRF, luas
permukaan, serta distribusi volum pori, uji sulfidasi dan pencairan
batubara terhadap red mud yang tidak dan telah diaktivasi serta goetit
dan hematit. Analisis mineralogi menunjukkan gibsit sebagai senyawa
utama bauksit, serta proses Bayer yang dilakukan belum optimal
ditunjukkan dengan kandungan Fe dalam red mud masih rendah.
Aktivasi red mud dengan HCI dan pH=5 memberikan komposisi kimia
red mud terbaik. Hasil uji perncairan batubara menunjukkan bahwa
kualitas katalis red mud aktif masih dibawah katalis limonit, dengan
persen produk cairnya adalah masing-masing 84,76% dan 99,58%.
Namun dengan adanya optimasi proses Bayer dan aktivasi
diperkirakan mampu peningkatkan kualitas red mud. Berdasarkan dari
permasalahan yang diungkapkan pada latar belakang maka maksud
dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperbaiki kinerka katalis
red mud yang dengan cara menurunkan kandungan Na dan Ca dalam
red mud, serta menyiapkan red mud sebagai bahan katalis alternatif
selain limonit. Adapun sasaran yang akan dicapai adalah mengkaji
proses pencucian red mud untuk menurunkan kandungan Na dan Ca
masing-masing sebesar 90% dan 20% dari kandungan awal.
Tidak tersedia versi lain