Text
Pembangunan dan Ujicoba Pilot Plant Peningkatan Kualitas Batubara Peringkat Rendah Teknologi Coal Drying and Briquetting (CDB)
Dalam rangka mendukung program peningkatan nilai tambah
batubara, Puslitbang tekMIRA mengembangkan teknologi upgrading
yang diberi nama Coal Drying and Briquetting (CDB). Proses CDB
menggunakan reaktor pengering putar (rotary dryer) dengan energi
pemanasan berasal dari gas hasil pembakaran batubara. Teknologi
CDB ditargetkan menghasilkan batubara untuk konsumsi dalam negeri
dengan kadar air 15-20% dan nilai kalor antara 4500-5500 kkal/kg
(GAR) dari batubara dengan kadar air kurang dari 4000 kkal/kg
(GAR). Pada tahun anggaran 2011 telah dilakukan pengujian peralatan
pengering putar dan pembakar siklon yang menghasilkan kesimpulan
bahwa pembakar siklon dan pengering putar telah berfungsi dengan
baik, tetapi peralatan tersebut belum dilengkapi peralatan lain seperti
alat penangkap partikel halus (wet scrubber & bag filter), alat
pengontrol laju putaran pengering, ruangan kontrol, alat pengatur
suhu gas pengering dan alat pengatur volume gas pengering. Selain itu
masih di dapatkan ketidaksempurnaan sistem seperti pengendapan
partikel di tempat-tempat tertentu yang menyebabkan penyumbatan.
Proses CDB diharapkan mempunyai biaya operasi lebih sedikit karena
tidak menggunakan residu dan media minyak tanah, Walaupun
demikian proses CDB diharapkan menghasilkan briket batubara yang
lebih kuat dan tahap terhadap spontaneous combustion karena kadar
airnya masih tinggi. Suhu gas untuk pengeringan dan lama proses
pengeringan dijaga sehingga suhu batubara yang dikeringkan berada
dibawah 150°C agar tidak menghasilkan limbah yang mengandung
phenol atau gas buang yang mengandung gas. Pengembangan
teknologi CDB dimulai sejak tahun 2010, pada tahun tersebut telah
dilakukan proses pengeringan batubara menggunakan pengering
putar dengan sistem pemanasan tidak langsung (rotary dryer indirect
heating). Terbukti pengeringan dengan rotary dryer dapat
menghasilkan batubara kering yang stabil dengan kandungan air
antara 10-15%. Pada tahun anggaran 2012 ini peralatan tersebut akan
dilengkapi dan diintegrasikan menjadi suatu pilot plant. Modifikasi
yang dilakukan pada tahun anggaran 2012 ini adalah penambahan rel
pada siklo burner dan pengering putar, pembuatan control room untuk
menyimpan peralatan, melindungi operator dan mengontrol peralatan
dalam pilot plant, pembuatan wet scrubber, pembuatan bag filter,
instalasi kabel, instalasi ban berjalan, komisioning peralatan dan
103
percobaan pengeringan batubara. Tujuan dari kajian ini adalah
menghasilkan teknologi pengeringan batubara dalam negeri yang
efisien, murah dan ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan
PLTU Indonesia, Adapun sasarannya adalah memperoleh data-data
teknis kondisi pengeringan batubara teknologi CDB seperti laju umpan
dan waktu tinggal batubara dalam reaktor yang paling optimum serta
suhu dan tekanan yang sesuai untuk proses CDB. Hasil percobaan
pengeringan menunjukkan bahwa dari proses ini dapat dihasilkan
batubara kering dengan kandungan air sekitar 10% tetapi nilai
kandungan air ini masih belum stabil karena masih akan terjadi
penyerapan kembali air (moisture readsorption). Hasil pengujian
penyerapan kembali air lembab menunjukkan bahwa kandungan air
batubara dapat dijaga pada kisaran 20%. Hasil ini adalah sesuai
dengan kandungan air yang diinginkan dalam pengeringan teknologi
coal drying and briquetting (CDB). sebagai penutup pada executive
summary ini disampaikan bahwa program pembangunan pilot plant
CDB dan percobaan pengeringan batubara menggunakan pilot plant
telah dilakukan. Walaupun demikian modifikasi lanjutan masih
diperlukan untuk meningkatkan kinerja pilot plant. Selain itu
endurance test juga perlu dilakukan untuk mengetahui performansi
dari peralatan. Pengembangan teknologi CDB diharapkan selesai pada
tahun 2014, pada tahun tersebut diharapkan desain CDB skala
komersial, biaya investasi dan kajian keekonomian aplikasi teknologi
CDB sudah didapatkan.
Tidak tersedia versi lain