Text
Aplikasi Upgrading Bauksi dan Tailing Pencucian Bauksit Tayan Kalimantan Barat
Pada tahun 2010 ini, peralatan pilot plant upgrading bauksit dengan
desain kapasitas 300 kg per jam sudah siap dioperasikan akan tetapi
karena bijih bauksit untuk keperluan uji kinerja peralatan belum
tersedia maka sebagai gantinya digunakan tras. Tras dipilih untuk
keperluan uji coba di sini karena memiliki sifat fisika yang mendekati
sama dengan bijih bauksit. Uji coba kinerja pilot plant dengan bahan
baku bijih bauksit akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini karena
masih menunggu kiriman bijih bauksit asal Tayan oleh PT. Antam.
Sedangkan pengolahan dan pemanfaatan tailing hasil pencucian
bauksit untuk pembuatan PAC baru sampai pada tahap skala
122
laboratorium yang telah menghasilkan kondisi terbaik dan siap untuk
ditingkatkan ke skala pilot plant yang nantinya akan diintegrasikan
dengan pilot plant upgrading crude bauksit. Dalam laporan ini akan
dibahas mengenai hasil uji coba kinerja pilot plant proses upgrading
bauksit dan hasil penelitian pembuatan PAC dari alumina hidrat yang
diperoleh dari tailing pencucian crude bauksit. Tujuan dari kegiatan
penelitian ini adalah untuk merealisasikan pendirian pilot plant proses
upgrading bauksit kapasitas 300 kg per jam, dan mendapatkan kondisi
proses yang optimal pembuatan PAC cair dari alumina hidrat pada
skala laboratorium. Bauksit merupakan senyawa alumina hidrat yang
mengandung beberapa pengotor diantaranya (silika, besi, dan titan),
dan ada tiga jenis bauksit yang umum dikenal yaitu gibbsite, bohmite,
dan diaspore. Bauksit Tayan termasuk jenis gibbsite, Bauksit dari
tambang umumnya masih mengandung pengotor yang menyebabkan
kandungan aluminanya relatif rendah, oleh karena itu bauksit tersebut
perlu ditingkatkan kadarnya, salah satu cara yang dapat digunakan
adalah proses scrubbing. Alat scrubbing yang sudah dipersiapkan
untuk melaksanakan kegiatan penelitian ini adalah rotary drum
scrubber (RDS) dengan desain kapasitas sebesar 300 kg per jam, dan
alat tersebut telah selesai dirangkai dengan beberapa alat lainnya
yaitu jaw crusher, belt conveyor, dan hopper yang siap dioperasikan.
Berhubung bahan baku crude bauksit yang diperlukan untuk menguji
kinerja alat scrubbing skala pilot ini belum tersedia maka sebagai
penggantinya digunakan tras. Tras dipilih untuk uji coba ini karena
mudah didapat dan memiliki karakteristik atau sifat fisika yang
mendekati sama dengan bauksit. Dari hasil uji coba peralatan
upgrading dengan menggunakan bahan baku tras, diperoleh produk
hasil pencucian (berukuran butir +2 mm) dengan mutu sangat baik, ini
dapat dilihat secara visual di mana permukaan tras tersebut relatif
bersih dengan bentuk yang membulat. Dari uji coba ini juga telah
diperoleh data kapasitas RDS sebesar 750 kg umpan tras per jam,
dengan kondisi kemiringan RDS 16 cm/227,5 cm, putaran 6,9 rpm,
waktu tinggal material sekitar 6 menit (dalam keadaan stabil 9 menit),
ukuran umpan 1.5-2 cm yang menghasilkan produk pencucian +2 mm
= 230 kg per jam, dengan debet air masuk RDS sebesar 5 liter/25
detik. Dengan demikian kapasitas riil dari alat RDS lebih besar (2,5
kali) dari kapasitas desain yang besarnya 300 kg/jam. Untuk
penelitian pembuatan PAC cair dengan bahan baku alumina hidrat
(dibuat dari tailing pencucian yang sudah diolah) yang dilakukan pada
skala laboratorium telah menghasilkan produk yang mendekati sama
dengan PAC pasaran (eks PT. Lautan Luas). Kondisi proses optimum
dalam pembuatan PAC cair ini adalah pH 3,07, konsentrasi HCI 9,25%,
dan H2SO 4%, yang menghasilkan PAC cair dengan komposisi: Al2O3
9,23%, CI 7,37% dan SO42 ̄ 1,19% atau memiliki rumus molekul Al 0,5
(OH)3,31 CI0,67. Uji jar test menunjukkan bahwa kecepatan endap flok
yang didapat dengan menggunakan PAC hasil percobaan (PAC6)
adalah 9,06 cm/menit, sementara dengan menggunakan PAC eks PT.
Lautan Lua 9,6 cm/menit untuk jarak tempuh flok 8 cm. Hasil
percobaan pembuatan PAC cair skala lab ini sudah dapat
dikembangkan ke skala pilot plant yang diintegrasikan dengan proses
upgrading bijih bauksit. Karena tailing dari proses upgrading dapat
ditingkatkan kandungan aluminanya sehingga dapat dijadikan produk
alumina hidrat yang merupakan bahan baku untuk pembuatan PAC.
Tidak tersedia versi lain