Text
Pembuatan Katalis Pencairan Batubara Berbasis Besi dari Mineral
Telah dilakukan studi tentang pembuatan geotit dari pirit dan
ferosulfat dan aplikasinya sebagaia bahan katalis pencarian batubara.
Selain itu juga telah diidentifikasi pengaruh unsur alumunium dan
krom dalam limonit. Identifikasi dilakukan dengan XRD mikroskop
dan TEM dan uji pencairan batubara dengan menggunakan katalis
besi. Pembuatan geotit dimulai dari pelarutan bahan baku pirit dan
atau ferosulfat dengan asam sulfat. Variable yang diamati adalah
persen padatan, kosentrasi asam sulfat, suhu dan waktu reaksi filtrate
selanjutnya dioksidasi dengan oksigen pada suasana basa. Kondisi
optimal pelarutan pirit adalah waktu reaksi 70°C, suhu reaksi 1 jam,
kosentrasi asam sulfat 15%, dan persen padatan adalah 25%. Uji
sulfidasi tehadap limonit dan bahan campuran Fe+Ni+Al memberikan
pola sama. Kandungan alumunium dalam limonit tidak banyak
berpengaruh tehadap ukuran Kristal pirhotit. Kandungan krom dalam
limonit sebaiknya < 3%. Hasil uji pencairan batubara menunjukan
bahwa kualitas katalis besi (Fe2O3) masih di bawah katalis laterit,
dengan persen produk cairnya adalah masing-masing 92,99 dan
96,67%. Mengkaji pemanfaatan mineral besi sebagai bahan baku
untuk pembuatan katalis berbasis besi pada pencairan batubara dan
tahapan serta kondisi proses pembuatan katalis. Pirit yang diperoleh
pada percobaan ini sudah berkadar tinggi, sehingga prose flotasi tidak
perlu dilakukan. Konsumsi oksigen sangat menentukan dalam
pembentukan geotit. Waktu oksidasi yang optimal untuk mendapatkan
geotit murni adalah 3,5 jam. Oksidasi terhadap pelarutan pirit belum
menghasailkan geotit, tetapi hematit. Kandungan alumunium dalam
limonit relatif tidak berpengaruh terhadap ukuran Kristal pirhotit.
Kandungan krom dalam limonit sangat menentukan ukuran Kristal
prihotit. Kandunga krom dalam limonit harus lebih kecil dari 3%, agar
ukuran Kristal pirhotit tidak melewati nilai 40 nm. Kinerja katalis
Fe2O3 masih sedikit di bawah katalis laterit. Sebagai perbandingan
persen pencairan yang diperoleh dengan menggunakan katalis besi
dan laterit adalah masing-masing 92,99 dan 97,67%. Walaupun
demikian katalis besi ini sudah layak digunakan untuk katalis
pencairan batubara. Penelitian ini telah memberikan hasil sesuai
dengan yang diinginkan, ditunjukkan dengan keberhasilan menstesis
geotit serta kinerja katalis yang disisipkan telah mendekati kinerja
yang telah umum dipakai.
Tidak tersedia versi lain