Text
Recovery Bijih Emas Halus dengan Metode Aglomerasi Batubara (Skala Laboratorium)
Aglomerasi emas batubara (Coal Gold Agglomeration-CGA) adalah
inovasi teknologi yang ramah lingkungan. Dimulai dengan proses
aglomerasi minyak batubara (Coal Oil Agglomeration-COA) yang
menunjukkan bahwa pengaruh kandungan karbon batubara penting
dalam membentuk aglomerat tetapi tidak dominan. Pengaruh yang
lebih dominan adalah kandungan abu batuabara yang harus serendah
mungkin. Emas dari bijih alluvial mudah ditangkap secara selektif
dengan teknologi CGA karena sudah terliberasi sempurna. Emas dari
bijih oksidis atau sulfidis relatif agak sulit dipisahkan karena masih
interlock dengan mineral lain, kecuali ditambahkan reagen permukaan
mineral pembawa emas. Laju penangkapan emas lebih cepat jika
menggunakan batubara abu rendah. Secara umum, teknologi CGA
mampu menangkap emas cukup banyak (recovery 50-85%) dengan
kadar meningkat sekitar 7-16 kali lipat dari kadar bahan bakunya.
Dibandingkan dengan proses amalgamasi, teknologi CGA lebih efektif.
Bijih aluvial yang secara alami emasnya sudah terliberasi kontak
dengan aglomerat kokas, dapat meningkat dari 43 g/ton menjadi
hampir 700 g/ton dalam 6-kali cycle, dengan recovery 70%. Jika
dilakukan dalam 3-cycle dapat meningkat menjadi 70 g/ton dengan
recovery 85%. Laju penangkapan emas oleh COA kokas dalam tahap
awal relatif lambat. Bijih Oksidis kontak dengan aglomerat kokas,
dapat meningkatkan emas dari kadar 11 g/ton menjadi 80 g/ton dalm
3-kali cycle dengan recovery 50%. Bijih sulfidis kontak dengan
aglomerat kokas, dapat meningkatkan emas dari kadar 2,5 g/t menjadi
25 g/t dalam 3-kali cycle dengan recovery hampir 100%, percobaan ini
khusus menggunakan reagen kolektor flotasi mineral sulfide. Dari
hasil percobaan ini, proses coal-gold-agglomeration (CGA) merupakan
teknologi alternatif, efektif dan ramah lingkungan, yang kelak dapat
menggantikan proses amalgamasi yang recovery emasnya kurang
efektif dan sangat beracun.
Tidak tersedia versi lain