Text
Kajian Nilai Insentif untuk Pengusahaan Batubara Mutu Rendah di Indonesia
Batubara sebagai salah satu sumber energi mempunyai peranan yang
sangat penting di dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan
terutama untuk mendukung proses industrialisasi yang berfungsi
sebagai bahan bakar dan bahan baku. Potensi cadangan batubara
sebagai salah satu sumber energi jumlahnya sangat besar yaitu 57,85
milyar ton dengan mutu yang sangat bervariasi, baik dilihat dari jenis
(komposisi kimia, maseral dan sifat fisik) namun dari jumlah batubara
tersebut ± 60% merupakan batubara bermutu rendah yaitu batubara
batubara yang memiliki nilai kalor < 4.612 kkal/kg, kandungan abu >
17%, dan kandungan sulfur > 2% dalam air dried basis (adb). Secara
ekonomis untuk saat ini penambangan batubara mutu rendah kurang
menguntungkan oleh karena itu agar batubara dapat menjembatani
penggunaan energi konvensional (minyak dan gas bumi) ke era energi
non-konvensional (energi baru dan terbarukan) Indonesia sebagai
salah satu negara penghasil batubara dengan potensi cadangan yang
cukup besar perlu memiliki kebijaksanaan pengusahaan batubara
mutu rendah sebagai arah dalam menyerasikan permintaan dan
penyediaan batubara yang juga sebagai bagian dari kebijaksanaan
energi nasional untuk menggantikan bahan bakar minyak yang
cadangannya hampir habis, dan mengurangi impor bahan bakar
minyak sehingga subsidi bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan. Di
antara kebijaksanaan yang perlu ditempuh pemerintah untuk
mengoptimalkan pengusahaan dan pemanfaatan batubara mutu
rendah adalah dengan cara pendekatan insentif dan peraturan
investasi, baik untuk swasta asing maupun swasta nasional. Agar
pengusahaan batubara mutu rendah bisa ekonomis, baik di dalam
usaha penambangan, maupun pemanfaatannya sebagai bahan bakar
atau bahan baku diperlukan suatu kebijaksanaan pemerintah supaya
batubara mutu rendah bisa bersaing dengan batubara mutu baik. Dari
hasil proses simulasi perhitungan nilai indikator keuntungan terhadap
perubahan nilai bagi hasil terhadap tiga perusahaan yang dijadikan
contoh diperoleh nilai rata-rata bagi hasil yang layak untuk
pengusahaan batubara mutu rendah yaitu sebesar 9,3%.
Tidak tersedia versi lain