Text
Modifikasi Boiler Industri Berbahan Bakar Minyak Menjadi Berbahan Bakar Batubara Menggunakan Pembakar Siklon
Dengan dicabutnya subsidi BBM untuk industri maka harga BBM naik
sampai lebih dari 300%, khususnya BBM untuk boiler industri.
Batubara berpeluang besar untuk menggantikan posisi BBM sebagai
bahan bakar boiler indsutri. Kerugian pengoperasian boiler BBM
berkapasitas 16 ton/jam adalah lebih dari Rp. 30.000.000,- per hari
jika dibandingkan pengoperasian dengan boiler batubara sehingga
mengakibatkan banyak industri yang beralih ke boiler batubara dan
meninggalkan boiler BBM-nya. Boiler BBm dapat dimanfaatkan
dengan dimodifikasi menjadi berbahan bakar batubara dengan cara
mengganti pembakar BBM-nya dengan alat pembakar batubara.
Pembakar batubaara yang digunakan disesuaikan dengan
karakteristik pembakar BBM sebelumnya. Jenis-jenis pembakar
batubara yang dapat digunakan antara lain pembakar siklon,
“underfeed stoker”, unggun terfluidakan dan pembakar batubara halus
(pulverized fuel combustor). Karakteristik pembakar siklon mendekati
pembakaran BBM, jadi dalam penelitian ini dipilih sebagai alat
pembakar batubara yang akan digunakan untuk mengganti posisi
pembakar BBM dalam boiler (H.M.S.O, 1963 : 294) dan (Sumaryono,
1999 : 666). Dalam kegiatan penelitian ini dicoba untuk
memanfaatkan boiler BBM dengan memodifikasinya menjadi boiler
batubara dengan cara mengganti pembakar BBMnya dengam
pembakar batubara. Dalam percobaan ini Boiler BBM yang
dimodifikasi adalah jenis boiler vertikal berkapasitas 2 ton uap/jam.
Pembakar batubar yang digunakan adalah pembakar yang
karakteristiknya mirip dengan pembakar BBM yaitu pembakar siklon.
Pembakar siklon yang digunakan berkapasitas pembakaran 220 kg
batubara ukuran partikel – 30 mesh per jam dengan blower 4 in, 0,7
pk, 3000rpm. Pembakar siklon dipasang di bagian atas boiler.
Pengoperasian boiler yang telah dimodifikasi dengan sistem terbuka
dicapai kapasitas boiler 585 kg uap basah/jam, konsumsi batubara
5537 kkal/kg adalah 75 kg/jam dan efisiensi energi rata-rata = 86,7%.
Masih rendahnya kapasitas yang dicapai disebabkan draft alami yang
lemah sehingga kapasitas siklon juga rendah sebab banyaknya
hambatan (friction head) dalam boiler sistem vertikal ini. Untuk
meningkatkan kapasitas perlu dorongan draft (forced draft), jadi perlu
dimodifikasi sistem tertutup dengan tekanan positif dalam sistem.
untuk itu diperlukan blower siklon yang berdaya lebih tinggi seperti
sistem BBM sebelumnya yang menggunakan blower 3 pk. Selain itu
perlu pengumpan sistem tertutup yaitu pengumpan ulir. Namun
demikian dengan dicapainya efisiensi energi yang baik (86,7%)
menunjukkan interaksi yang baik dari sistem pembakar siklon dengan
boiler ex BBM tersebut. Proses perpindahan panas dari api
pembakaran batubara ke dalam boiler berlangsung dengan efisien.
Tidak tersedia versi lain