Text
Pengujian Peningkatan Kualitas Batubara Peringkat Rendah dengan UBC (Upgraded Brown Coal) Skala Pilot
Proses UBC (Upgraded Brown Coal) merupakan salah satu cara untuk
menurunkan kadar air yang ada dalam batubara peringkat rendah
sehingga batubara tersebut mempunyai sifat menyerupai batubara
114
peringkat tinggi (bituminous). Dalam rangka penerapan teknologi UBC
untuk meningkatkan kualitas batubara peringkat rendah Indonesia
maka telah dibangung pilot plant proses UBC di Palimanan, Cirebon
dengan kapasitas 5 ton/hari dan telah dilakukan ujicoba sejak bulan
Oktober tahun 2003 dengan menggunakan batubara Binungan,
Kalimantan Timur, pilot plant UBC Palimanan telah dapat dioperasikan
dengan kapasitas 75% dengan persen penurunan kadar air sebesar
72,61%. Untuk meningkatkan unjuk kerja peralatan maka dilakukan
modifikasi sistem pemipaan dan peralatan di beberapa bagian pada
setiap seksi (section) sehingga didapatkan hasil yang optimal.
Pengujian dilakukan dengan menggunakan batubara Binungan, Taban,
Samaranggau dan Bunyu (Kalimantan Timur) dengan kadar air total
masing-masing 17,56%, 33,75%, 32,11%, dan 37,87%. Dari beberapa
kali percobaan (run) pada kecepatan feeding 200 kg/jam untuk slurry
dewatering, hasil terbaik dari beberapa run untuk masing-masing
batubara menunjukan bahwa persen penurunan kadar air Binungan
95,33% dengan perolehan batubara 95,0%, penurunan kadar air
batubara Taban 97,04% dengan perolehan batubara 96,1%,
penurunan kadar air batubara Samaranggau 96,76% dengan
perolehan batubara 93,1%, dan penurunan kadar air batubara Bunyu
95,48% dengan perolehan batubara 90,9%. Batubara hasil proses UBC
mempunyai nilai kalor yang lebih tinggi daripada batubara asal.
Batubara Binungan dari 5324 kkal/kg naik menjadi 6805 kkal/kg,
batubara Taban dari 5431 kkal/kg naik menjadi 6635 kkal/kg,
Batubara Samaranggau dari 5048 kkal/kg menjadi 6310 kkal/kg, dan
batubara Bunyu 4697% kkal/kg menjadi 5752 kkal/kg. Khusus untuk
batubara Bunyu masih perlu dilakukan pengujian lagi karena
mengingat hasil yang didapat belum optimal. Hasil uji pembakaran
dengan cross point temperatur (CPT) dan differential analysis-thermal
gravimetry (DTA-TG) menunjukkan bahwa batubara hasil proses UBC
mempunyai kecenderungan terhadap terjadinya spontaneous
combustion yang lebih kecil dibandingkan dengan batubara asal.
Tidak tersedia versi lain