Text
Operasi Prototype Plant Kokas
Blue Print Pengelolaan Energi Nasional yang merupakan pelaksanaan
peraturan presiden no 5 tahun 2006 dan undang-undang no 4 tahun
2009 tentang mineral dan batubara, mengamanatkan bahwa batubara
ditargetkan sebagai sumber energi nasional dengan porsi 33% dan
bauran energi nasional dan peningkatan nilai tambah penggunaan
batubara dan mineral. Penggunaan batubara sebagai sumber energi
tersebut termasuk untuk kegiatan industri di antaranya industri
logam, sehingga Hal tersebut memerlukan kegiatan konversi batubara
menjadi kokas dan penggunaan kokas untuk pengolahan mineral
logam. Kokas dapat dikategorikan sebagai sumber energi pada
industri logam antara lain industri pengecoran dan pengolahan
mineral logam menjadi logam murni atau logam paduan. Penggunaan
kokas pada industri tersebut adalah merupakan bentuk penggunaan
batubara sebagai sumber energi setelah mengalami konversi berupa
proses karbonisasi. Percobaan pembuatan kokas dengan proses ganda
telah dilakukan oleh Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara sejak
tahun 1990 menggunakan berbagai batubara di Indonesia antara lain
batubara Ombilin, Arutmin, Bukit Asam dan Adaro dengan
menggunakan berbagai jenis tungku karbonisasi. Percobaan
pembuatan kokas pada tahun 2008 dilakukan menggunakan batubara
dari Kalimantan Selatan sebagai bahan baku dan tunnel klin sebagai
tungku karbonisasi dan rekarbonisasi. Kegiatan pada tahun 2009
merupakan kegiatan lanjutan berupa operasi prototype plant
pembuatan kokas di Palimanan sekaligus sosialisasi kegiatan litbang
kepada para pemangku kepentingan kokas pengecoran. Rangkuman
hasil kegiatan adalah sebagai berikut:
Rancangan peralatan asphait smelter telah dapat direalisasikan
menjadi asphait smelter dan beroperasi dengan baik pada ujicoba
pembuatan kokas.
Ujicoba produksi kokas bongkah dari batubara berbutir kecil
menggunakan rotay klin berhasil baik dengan kadar zat terbang
mencapai 2% adb, rendemen 45%.
Secara umum peralatan prototype plant kokas dapat beroperasi
untuk memproduksi kokas pengecoran.
Kokas dalam bentuk kokas briket hasil ujicoba pada prototype plant
kokas berkualitas mendekati kokas pengecoran secara umum, nilai
kalor mendekati 7.000 kkal/kg, kadar abu rendah ( < 5%),
porositas 36,6% dan sulfur total rendah (< 1%), drop shatter test
pada + 1 1⁄2 inci mencapai 93% (syarat minimal hanya 90%).
Sosialisasi hasil litbang kokas telah mendapat respon dari kalangan
industri, peminat proses pemanfaatan batubara dan para peneliti
serta telah memperoleh mitra kerjasama litbang.
Hitungan ekonomi pada kapasitas kecil 3.000 per tahun
menunjukkan cukup layak untuk direalisasi dengan menghasilkan
laba bersih Rp 3.996.067.000,- / tahun, IRR sebesar 32,06% dan
jangka waktu pengembalian modal 4 tahun 11 bulan (termasuk 1
tahun masa kontruksi).
Sasaran kegiatan penelitian dan pengembangan ini adalah
terwujudnya sarana dan kegiatan prototype plant pembuatan kokas
pada berbagai kondisi bahan baku batubara pada kapasitas ± 1 ton per
hari serta terbentuknya pemahaman produksi kokas dari batubara
dalam negeri bagi para pemilik modal yang berkepentingan dengan
industri pengolahan atau konversi batubara dan logam.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain