Text
Prototype Pembakar Siklon dengan Integrasi Konveyor Nyumatik dan Udara Pembakar Preheated
Penelitian pemanfaatan batubara perlu terus digiatkan sehingga
teknologi pemanfaatan batubara dapat diterapkan secara lebih luas di
Indonesia sesuai dengan kebijakan nasional dalam bauran energi
untuk konsumsi dalam negeri yang diarahkan agar pada tahun 2025
kontribusi batubara mencapai 33% (PerPres Nomor 5 tahun 2006).
Khususnya daalam teknologi pembakar siklon yang telah mulai
dipasarkan sehingga perlu terus ditingkatkan unjuk kerjanya agar
meningkatkan daya saingnya melalui pengembangan teknologi dan
inovasi sesuai dengan visi Puslitbang tekMIRA untuk menjadi pusat
unggulan dalam teknologi mineral dan batubara. Guna meningkatkan
daya saing produk pembakar siklon selain pengembangan pembakar
siklonnya sendiri perlu juga dikembangkan fasilitas-fasilitas
pendukungnya sehingga dapat meningkatkan kinerja produk dan
memperluas bidang pemasarannya mulai dari skala mikro sampai
menengah dan besar, dari industri makanan sampai tekstil, pupuk
mineral, bahan kimia,sampai peleburan logam. Saat ini yang mendesak
untuk dikembangkan adalah teknologi transpor tepung batubara
secara nyumatik dan teknologi pengendalian abu yang penelitiannya
telah dilaksanakan masing-masing pada tahun anggaran 2009 dan
2010 maka untuk tahun 2011, kegiatan pengembangannya adalah
membuat prototype pembakar siklon dengan fasilitas penunjang
konveyor nyumatik dan sistem pengendali abu yang terintegrasi.
Dengan dikuasainya teknologi ini memungkinkan untuk tranpor
tepung batubara dari jarak jauh sehingga kebersihan pabrik lebih
terjamin dan pabrik-pabrik besar dengan tata letak peralatan yang
sempit dapat dilayani. Kesulitan yang timbul dari titik leleh abu dapat
diatasi dengan pengendalian suhu pembakaran sehingga batubara
yang bertitik leleh abu tidak sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan
dapat digunakan dengan menyesuaikan suhu pembakaran. Tujuan
kegiatan ini adalah meningkatkan kinerja pembakar siklon dengan
didukung konveyor nyumatik dan sistem kontrol abu sehingga
meminimalkan kendala penanganan buangan abu dan meningkatkan
pangsa pasar dari pembakar siklon, serta sasaran kegiatan ini adalah
membuat prototype pembakar siklon dengan kapasitas 60 kg per jam
dengan jarak pengumpan batubara 24 m dengan konveyor nyumatik
terintegrasikan dengan sistem pengendalian abu untuk dapat
menunjukkan kinerja integrasi tersebut sehingga jelas terlihat dari
semula masing-masing berdiri sendiri menjadi terpadu dapat saling
mendukung. Untuk implementasi pembakar siklon di industri
dikembangkan teknik transport tepung batubara secara nyumatik dan
rancangan kotak abu yang handal sehingga di dapat sistem pendukung
pembakar siklon yang smart dan kompetitif. Dalam kegiatan ini teknik
konveyor nyumatik ditingkatkan dengan mengoptimalkan fungsi
peniup udara antara menjadi fungsi booster sehingga diperoleh
peningkatan efisiensi energi transport menjadi 2,67%. Dengan sistem
transport nyumatik yang stabil, gilingan batubara dapat
disambungkan ke dalam sistem sehingga industri tidak perlu lagi
menangani batubara tepung melainkan langsung dari batubara curah
untuk di umpankan ke pembakar siklon melalui sistem tersebut. Kotak
abu dengan rancangan bukaan berdinding tiros telah dapat menangani
aliran slag cair sehingga slag dapat diperoleh dalam bentuk gumpalan-
gumpalan kecil yang lebih mudah penanganannya.
Tidak tersedia versi lain