Text
Studi Eksploitasi Emas Artisanal dengan Metode Phytomining
Tailing yang dihasilkan dari industri pertambangan memiliki volume
yang cukup besar dan masih mengandung logam berharga dalam
konsentrasi tertentu. Salah satu cara untuk memaksimalkan perolehan
logam-logam berharga dalam tailing adalah dengan metode
phytomining. Melalui metode ini didapat dua keuntungan yaitu
recovery logam berharga (phytomining) dan penanggulangan
pencemaran logam-logam lain oleh tanaman yang dianggap sebagai
bahan pencemar (phytoremediasi). Penerapan phytomining di
184
Indonesia masih relatif baru dan berpeluang untuk dikembangkan.
Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam sesuai
dengan kondisi di Indonesia, baik dari aspek teknis, ekonomis,
kebijakan, tingkat kelayakan, dan efisiensi. Salah satu upaya untuk
menanggulangi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan
ekstraksi/penyerapan logam dengan memanfaatkan tumbuhan
(phytorkstraksi). Saat ini penerapan dengan metode phytoekstraksi
tidak hanya bertujuan untuk pemulihan lingkungan yang tercemar
(phytomediasi) tetapi mulai dikembangkan untuk tujuan eksploitasi
logam berharga kadar rendah yang tidak ekonomis apabila diolah
dengan metode konvensional dengan tujuan akhir untuk
memaksimalkan perolehan kembali (recovery) logam berharga
tersebut (pyhtomining). Penerapan phytomining di Indonesia masih
relatif baru dan berpeluang untuk dikembangkan. Oleh karena itu
perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam terkait dengan
penerapan metode ini disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan
tanaman untuk menyerap ion-ion emas yang masih terkandung dalam
tailing sisa pengolahan bijih emas. Penelitian diawali dengan
pengambilan tailing dari tambang emas rakyat di Kabupaten
Sukabumi kemudian dilakukan karakterisasi tailing (analisis
kandungan logam dan mineralogi) dilanjutkan dengan uji coba
phytomining skala rumah kaca yang diberi perlakukan pemberian
reagen kimia dalam berbagai variasi konsentrasi terakhir dilakukan
analisis kandungan logam Au yang terserap oleh tanaman dan
pengamatan terhadap parameter pertumbuhan HAsil penelitian
menunjukkan kadar Au yang berhasil diserap oleh tanaman adalah
sebesar 51,3993 ppb. Tingkat penyerapan emas paling tinggi adalah
dengan penambahan bahan kimia natrium thiosulfat dengan
konsentrasi 0,4 g/L. Pertumbuhan tanaman dengan media tailing yang
diambil dari lokasi I (Cikoja) terhambat dibandingkan dengan
pertumbuhan tanaman dengan media tailing yang diambil dari lokasi
II (Bronjong).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain