Text
Pengembangan Kokas dari Batubara Peringkat Rendah
Ketergantungan terhadap kokas pengecoran impor mengakibatkan
industri kecil pengecoran besi sering mengalami kesulitan karena
terganggunya pasokan kokas impor. Jumlah impor Kokas tahun 2010
sebesar 61.735 ton dan umumnya berasal dari china (anonym,2011).
Operasional pembuatan kokas berbasis batubara terintegrasi terdiri
atas 3 tahap proses utama yaitu tahap produksi kokas butiran (lump
coke) melalui karbonisasi batubara, pembriketan kokas, dan
karbonisasi ulang (rekarbonisasi). Pertimbangan pemakaian tanur
putar adalah proses karbonisasi dapat dilakukan secara pemanasan
langsung, sehingga effisiensi pemakaian bahan bakar meningkat
dibandingkan dengan pemanasan tidak langsung. Hasil percobaan
menunjukkan bahwa kondisi operasi tanur putar dapat dijaga konstan
sesuai dengan kondisi yang diinginkan. hasil tersebut menunjukkan
bahwa suhu dalam tanur putar sudah mencapai kondisi karbonisasi
Yang diinginkan dan produk kokas sudah memenuhi spesifikasi yang
diinginkan yaitu kadar zat terbang antara 1-2%. Dengan penigkatan
efisiensi proses yang bertujuan untuk menghemat biaya produksi
sehingga produk layak untuk dikomersialkan. Tahap efisiensi pada
proses pembuatan kokas adalah memanfaatkan batubara sebagai
bahan bakar dengan menerapkan penggunaan pembakar siklon
batubara. Karena ketersediaan batubara mengkokas berkualitas tinggi
sangat terbatas, banyak penelitian yang bertujuan untuk mengurangi
konsumsi prime coking coal dalam proses pembuatan kokas. konsumsi
kokas dalam tanur tiup dapat dikurangi dengan menggunakan
suntikan batubara bubuk/pulverized coal injection (raygan, 2010).
Pembriketan umpan batubara sebelum karbonisasi juga dapat
mengurangi konsumsi prime coking coal (Krishnan,dkk. 2004).
Kegiatan ini betujuan untuk percepatan penerapan teknologi produksi
kokas pengecoran berbasis batubara (LRC) kapasitas 3.000 ton
pertahun serta mengolah batubara non caking menjadi batubara
caking yang berfungsi sebagai bahan aditif /binder dalam pembuatan
kokas metalurgi. Ruang lingkup kegiatan terdiri atas operasional pilot
plant pembuatan kokas berbasis batubara (bahan baku dan bahan
bakar batubara); dan penyusunan desain umum, rancang bangun dan
kelayakan secara umum produksi kokas pengecoran batubara
Indonesia pada skala komersial kapasitas 3.000 ton/tahun.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain