Perpustakaan Geominerba

PPSDM Geominerba

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pengembangan Pemanfaatan Red Mud Limbah Industri Alumina Skala Bench

Aziz, Muchtar (dkk) - Nama Orang;

Endapan bauksit merupakan salah satu sumber daya mineral potensial
yang dimiliki Indonesia yang berkaitan dengan pengolahan bijih
bauksit menjadi alumina diantara hal penting untuk mendapat
perhatian lembaga Litbang mineral khususnya pengolahan mineral
adalah limbah dari proses pengolahannya yang disebut red mud.
Sebagaimana diketahui bahwa proses Bayer hingga kini masih
merupakan teknologi proses andalan di dunia untuk mengekstraksi
alumina dari bijih bauksit karena belum ditemukannya alternatif
proses. Proses bayer menghasilkan limbah berupa lumpur halus
berwarna merah-kecoklatan yang disebut red mud yang jumlahnya
cukup besar. Diperkirakan sekitar 45-50% dari bauksit yang diolah
akan menjadi red mud. Potensi limbah tersebut harus harus
diantisipasi sejak dini melalui upaya penelitian pemanfaatannya, dan
berbagai upaya pemanfaatan red mud untuk dapat digunakan kembali
(re-used) telah dilakukan orang di berbagai negara yang memiliki
industri alumina diantaranya di Australia namun nampaknya masih
belum optimal. Di Australia – sebagai salah satu negara produsen
alumina yang besar yang menghasilkan tidak kurang dari 30 juta ton
red mud terakumulasi setiap tahunnya (40% dari produksi dunia),
meskipun berbagai upaya pemanfaatan telah dilakukan. Dengan
semakin tingginya kesadaran manusia akan dampak terhadap
lingkungan hidup dari aktifitas suatu industri serta aspek ekonomi,
saat ini strategi pengolahan red mud di berbagai belahan dunia lebih
difokuskan pad aupaya memproses seluruh mineral utama yang ada
dalam red mud secara terintegrasi sehingga dihasilkan beberapa
produk seperti : alumina+soda, besi mentah (pig Iron), rutil sintesis
(titania), dan semen sebagai produk akhir melalui pengolahan red
mud secara piro dan hidrometalurgi. Strategi ini dikenal dengan
“Pemrosesan Red Mud Bebas Limbah (Zero Waste Red Mud
Processing)”, dan penelitiannya sampai saat ini masih terus
berlangsung, serta Upaya pemanfaatan melalui berbagai penelitian
hingga saat ini masih terus berlangsung. Dalam rangka menunjang
pengembangan bijih bauksit menuju terwujudnya industri alumina,
telah dilakukan serangkaian penelitian yang berkaitan dengan
pemanfaatan red mud dari bauksit Tayan, Kalimantan Barat dan
berdasarkan evaluasi dari hasil penelitian sebelumnya dan dengan
mempertimbangkan beberapa aspek terutama besarnya jumlah
kebutuhan Tawas (alumunium sulfat) dan PAC (poly aluminium
chloride) untuk penjernihan air maupun industri lainnya maka
pengembangan pada skala bench ditujukan untuk pembuatan Tawas
dan PAC. Telah dilakukan dua langkah penelitian yaitu mengekstraksi
secara maksimal alumina yang masih terkandung di dalam red mud
sehingga diperoleh endapan aluminium hidrat (Al(OH)3); dan
mereaksikan aluminium hidrat dengan asam sulfat (sulfatasi) serta
penambahan KOH atau NH4OH untuk menghasilkan tawas kalium
(KAl(SO4)2.12H2O) ataupun tawas ammonium (NH4Al(SO4)2. 12H2O),
serta khlorinasi alumunium hidrat untuk menghasilkan PAC. Hasilnya
menunjukkan sebanyak 75-85% alumina dapat diperoleh kembali dari
red mud melalui proses sinter soda-kapur pada suhu 800°C, dan
pelarutan dengan sodium karbonat encer pada suhu kamar. Suhu dan
waktu pensiteran sangat berpengaruh pada perolehan alumina dari
red mud dengan pensinteran pada suhu yang lebih tinggi dari 800°C
cenderung menurunkan ekstraksi alumina, demikian pula waktu
pensinteran yang lebih lama juga cenderung menurunkan ekstraksi
alumina. Sulfatasi terhadap endapan alumina (aluminium hidrat)
dengan penambahan KOH ataupun NH4OH secara stoikiometri dapat
menghasilkan tawas kalium (KAl(SO4)2. 12H2O) dan tawas ammonium
(NH4Al(SO4)2. 12H2O). Hasil XRD telah menunjukkan Kristal yang
terbentuk adalah Kristal tawas kalium dan tawas ammonium.
Khlorinasi terhadap aluminium hidrat dapat menghasilkan senyawa
PAC [Al (OH) 1,2 CI 1,8)] cair dengan kadar berturut-turut 12,9% Al
dan 19,35% CI; serta 8,1% Al dan 19,3% CI. Perbandingan mol nya
(OH : Al) berturut-turut 1,5 dan 0,5 telah memenuhi syarat sebagai
PAC. Melalui proses sinter soda-kapur ini dapat diperoleh pula
konsentrat besi sebagai produk samping berkadar 58-62% Fe2O3
dengan perolehan 40%.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
669.712:62-229.8
Penerbit
Bandung : Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara., 2009
Deskripsi Fisik
vii, 39 hlm. : bib. ; ilus. ; lamp. ; tab. ; 24 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Bauksit
Limbah
Red Mud
Produksi Alumina
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Geominerba
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sebagai Sistem Manajemen Perpustakaan yang lengkap, SLiMS (Senayan Library Management System) memiliki banyak fitur yang akan membantu perpustakaan dan pustakawan dalam melakukan pekerjaannya dengan mudah dan cepat. Follow link ini untuk melihat fitur dari SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?