Text
Kajian Program Pencairan Batubara
Kerusakan batuan akibat peledakan disekitar lereng tambang menjadi
perhatian khusus bagi para praktisi penambangan, karena hal ini
dapat mempengaruhi kestabilan batuan, dan kinerja penggalian
berikutnya bahkan konsekuensi langsung dari adanya zona kerusakan
batuan ini berkaitan dengan keselamatan kerja dan peningkatan biaya
produksi. Namun untuk melakukan penilaian lereng tambang
batubara terbuka di Indonesia masih belum banyak diketahui dan
diteliti. Perlu banyak pemahaman tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangan dan tingkat zona kerusakan batuan.
Beberapa perilaku mekanik dari zona kerusakkan batuan dan faktor –
faktor yang mempengaruhi kekuatan dalam berbagai kondisi telah
dimasukkan sebagai parameter - parameter yang menentukan kajian
yang dilakukan. Penilaian terhadap kerusakkan batuan akibat
peledakan menggunakan beberapa indikator yaitu secara visual
dengan melihat kondisi crack batuan (pola fraktur, intensitas crack,
ukuran crack, dip, dan strike), perbedaan kecepatan rambat
gelombang seismik (menggunakan seismic refraksi) dan kecepatan
partikel puncak – PPV (menggunakan vibration monitor) dianggap
cukup mewakili beberapa metode yang berkembang saat ini. Dan
kajian literature, Hipotesis yang diambil adalah adanya korelasi antara
kualitas masa batuan (Geoligical Strength Index – GSI atau Rock Mass
Rating – RMR), parameter peledakan terutama muatan bahan peledak
per waktu tunda dan zona kerusakan batuan akibat peledakan. Dengan
demikian zona kerusakkan batuan brhubungan dengan faktor geologi
batuan dan faktor peledakan. Peningkatan aktivitas peledakan ini
sering menimbulkan retakan beberapa meter di belakang baris
lubang ledak (back break) akibat peledakan yang kurang baik,
sehingga kekuatan batuan menjadi menurun. Kerusakkan
tersebut (blasting damage) di akibatkan oleh gaya dinamik
berupa gaya siklik (berulang) yang berasal dari efek penjalaran
gelombang tegangan dan ledakan gas. Apabila kerusakkan
batuan tersebut terjadi pada batuan di sekitar lereng akhir
tambang (final pit slope), maka potensi ketidakstabilan akan
terjadi disekitar lereng tersebut, sehingga kerusakkan batuan
tersebut penting untuk diperhatikan. Melihat kondisi
peningkatan penambangan batubara di Indonesia dengan
perkiraan lereng yang semakin tinggi, maka perlu dilakukan
pengkajian pengaruh kerusakkan batuan akibat peledakan
sebagai upaya mengembangkan suatu metode analisis yang
dapat menjelaskan hubungannya dengan stabilitas lereng
penambangan batubara di Indonesia, sehingga resiko
kecelakaan akibat kelongsoran lereng tambang dapat dicegah.
Kajian pengaruh kerusakkan batuan akibat peledakan terhadap
kelongsoran lereng pada aktivitas penambangan batubara di
Indonesia ini sebagai upaya mencari solusi yang nyata dalam
mengatasi terjadinya kelongsoran lereng tambang akibat
tingginya lereng tambang yang dipicu oleh besarnya permintaan
batubara dunia.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain