Text
Optimalisasi Upgrading Bauksit dan Tailing Pencucian Bauksit Tayan dan Kijang
Penelitian ini merupakan salah satu bagian dari kerjasama penelitian
antara PT Antam dan Puslitbang tekMIRA mengenai bauksit dan
bauksit residu (red mud) yang MoU-nya telah ditandatangani pada
tanggal 1 Mei 2007, dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan
dapat meningkatkan kapasitas maupun mutu produk hasil pencucian
(washed bauxite) serta dapat mengurangi luas lahan penimbunan
tailing yang harus disediakan dengan memanfaatkan kembali tailing
yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan meng-upgrade bijih
bauksit (crude bauxite) dari Kijang dan Tayan serta tailing bauksit dari
Kijang sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi
maupun mutu bauksit hasil pencucian (washed bauxite), di samping
akan mengurangi dampak negatif dari penumpukan tailing hasil
pencucian yang semakin banyak, akibat mutu bahan baku (crude
bauxite) yang semakin rendah. Tahapan kegiatan penelitian ini
meliputi: studi bahan baku, percobaan pencucian bijih bauksit dengan
proses scrubbing menggunakan molen variasi waktu antara 2,5 – 60
menit, peningkatan mutu tailing bauksit dengan menggunakan
hidrosiklon dengan variasi persen solid antara 2,4-15% serta variasi
laju alir 95 dan 100 liter per menit (untuk siklon besar) dan 11-13 liter
per menit (untuk siklon kecil) serta pemisahan kandungan besi dalam
over flow hasil hidrosiklon dengan variasi kuat medan magnet antara
4.300-19.900 gauss. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semakin
lama waktu scrubbing kadar alumina meningkat tetapi perolehan
bauksit tercuci menurun. Dengan lama scrubbing 10, 20, dan 60 menit,
kadar alumina yang semula sebesar 40-48% naik menjadi berturut-
turut 50,53%, 53,67% dan 55,30%. Sedangkan perolehannya berturut-
turut adalah 89,66%, 87,28%, dan 82,78%. Perolehan alumina untuk
lama scrubbing yang lebih pendek 2,5, 5, dan 7,5 menit berturut-turut
adalah 78,94%, 76,63% dan 73,92%. Bila dibandingkan dengan hasil
pengolahan PT Antam, kadar Al2O3 hasil ujicoba berkisar antara 50,53
– 53,67% dengan perolehan berkisar 82,78 – 89,66% dan rasio
konsentrasi 78,42 – 84,8%. Sedangkan PT Antam menghasilkan
bauksit tercuci dengan kadar Al2O3 antara 44,6 – 52,6% dengan
perolehan berkisar 64,27 – 78,02%. Spesifikasi produk hasil uji coba
scrubbing telah memenuhi persyaratan untuk bahan baku proses
Bayer dengan komposisi kimia Al2O3 di atas 51% dan Fe2O3 di bawah
7%. Tailing bauksit hasil pencucian memiliki distribusi ukuran butir >
12 mesh (>2 mm) sebesar 28,47% (tailing lama) dan 27,88% (tailing
baru) dengan komposisi kimia kumulatif sbb: Al2O3 42,73%, Fe2O3
8,94%, SiO2 18,63%, TiO2 0,60% dan LOI 23,71% untuk tailing lama,
sedangkan untuk tailing baru memiliki komposisi kimia Al2O3 47,12%,
Fe2O3 12,52%, SiO2 7,66%, TiO2 0,87% dan LOI 26,63%. Hasil
percobaan dengan hidrosiklon menunjukkan bahwa bila persen solid
makin besar maka kadar alumina dalam under flow makin tinggi tetapi
perolehannya menurun. Dengan persen solid 10% diperoleh kadar
Al2O3 : 44,6% dan peroleh 98,42%. Untuk pemisahan dengan magnit
diperoleh data bahwa bila kuat medan magnet semakin besar maka
kadar besi dalam konsentrat semakin rendah dan perolehan besi
fluktuasi dengan menggunakan kuat medan 4300 gauss dihasilkan
kadar besi tertinggi yaitu 33,94% dengan perolehan 33,94%.
Tidak tersedia versi lain