Text
Optimalisasi Pengembangan Prototype Plant Kokas Berbasis Batubara
Percobaan pembuatan kokas dengan proses ganda telah dilakukan
oleh Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara sejak tahun 1990
menggunakan berbagai batubara Indonesia dan berbagai jenis tungku
karbonisasi namun belum sepenuhnya memanfaatkan batubara
sebagai bahan baku dan bahan bakar. Penggunaan bahan batubara
merupakan upaya menekan ongkos bahan bakar dalam proses
produksi kokas. Kegiatan pada tahun 2011 merupakan kegiatan
lanjutan berupa optimalisasi pengembangan prototype plant kokas
berbasis batubara di Palimanan sekaligus kegiatan litbang kepada para
pemangku kepentingan kokas pengecoran. Tujuan dari kegiatan ini
adalah untuk melaksanakan kegiatan litbang pembuatan kokas
berbasis batubara untuk mendapatkan data proses yang optimal
sebagai acuan percontohan pembuatan kokas skala kecil (tujuan
jangka pendek), dan penguasaan teknologi pembuatan dan
penggunaan kokas untuk skala komersil (tujuan jangka panjang), serta
diharapkan penguasaan teknologi produksi kokas pengecoran dari
batubara non coking berbasis batubara pada kapasitas 1 ton per hari
dan design proses pada kapasitas 10 ton per hari. Rangkuman hasil
kegiatan adalah sebagai berikut : unit utama proses berupa
karbonisasi batubara dan rekarbonisasi briket kokas telah dapat
memanfaatkan bahan bakar batubara menggunakan pembakar siklon,
Penggunaan rotary kiln sistem pemanasan langsung pada operasi
karbonisasi batubara memungkinkan batubara berbutir kecil
digunakan sebagai bahan baku dan mendapatkan kokas dengan kadar
zat terbang kurang 2% adb namun rendemen berkisar 35%,
Penggunaan rotary kiln telah menghasilkan kokas butiran berbutir
relatif kecil sehingga dapat langsung digerus dalam hammer mill tanpa
pemecahan dalam jaw crusher, sosialisasi hasil litbang kokas telah
mendapat respon dari kalangan industri dilanjutkan dengan upaya
menjaring kerjasama kemitraan penerapan hasil litbang, pembuatan
Kokas pengecoran dapat memanfaatkan batubara Indonesia sebagai
bahan bakar dan sekaligus bahan baku meskipun karakter batubara
Indonesia relatif mudah remuk menjadi batubara berbutir kecil, sistem
produksi kokas pengecoran dari batubara Indonesia berbasis batubara
terdiri dari karbonisasi dalam rotary kiln pemanasan langsung,
adonan briket kokas dengan bahan pengikat aspal pada butiran -20
mesh dan rekarbonisasi briket kokas dalam tunnel kiln pemanasan tak
langsung dengan menempatkan briket kokas dalam tube tahan panas
posisi mendatar.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain