Perpustakaan Geominerba

PPSDM Geominerba

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pemantauan dan Analisis Problema Terkini (Current Issues) Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara

Yunianto, Bambang (dkk.) - Nama Orang;

Kegiatan Pemantauan dan Analisis Problema Bidang Pertambangan
Mineral dan Batubara tahun 2010 dilatarbelakangi oleh terjadinya
problema pertambangan yang mengemuka dalam bentuk isu
pertambangan setiap tahun. Disamping itu tiap akhir tahun selalu
teragendakan problema pertambangan yang tidak terselesaikan yang
menjadi problema pada tahun berikutnya. Kegiatan ini dilakukan
bertujuan untuk dapat diidentifikasi setiap problema pertambangan
mineral dan batubara yang terjadi pada tahun 2010 dan melaporkan
kepada pimpinan sebagai bahan informasi dan pengambilan tindakan
yang perlu dilakukan, adapun sasaran dari kegiatan ini adalah dapat
dirumuskan pemecahan masalah setiap problema pertambangan
mineral dan batubara yang terjadi yang mengganggu iklim usaha
pertambangan. Isu penting pertambangan minerba yang dominan
sering muncul menjadi isu utama tiap bulan pada tahun 2010 adalah
isu Kebijakan minerba selama 10 bulan, kemudian isu lingkungan dan
K3 selama 10 bulan, isu investasi minerba selama 8 bulan, isu
kebijakan bauran energi 5 bulan, dan isu kasus hukum pertambangan
5 bulan. Isu pertambangan yang penting tersebut meliputi : 1) Isu
bidang kebijakan minerba terkait penerbitan PP pertambangan
minerba sebagai peraturan pelaksanaan UU no 4 tahun 2009 setelah
diundangkannya UU tersebut, dan pengetatan masalah AMDAL
pertambangan, 2) Isu bidang Lingkungan dan K3 pertambangan
berupa maraknya beberapa aktivitas PETI di pelosok tanah air, isu
lingkungan kawasan Citatah, isu lingkungan timah di Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung, kerusakan lingkungan akibat
pertambangan batubara di Provinsi Kalimantan Timur, dan isu limbah
batubara PLTU, 3) Isu bidang investasi minerba berupa berita
beberapa investor asing menanamkan modalnya di pertambangan
minerba, invetasi asing menanamkan modalnya di pertambangan
minerba, investasi saham beberapa perusahaan swasta dan BUMN,
dan lainnya, 4) Isu bidang kebijakan bauran energi berupa berita
kebijakan tentang pembangunan PLTU dan tender PLTU oleh PLN, dan
5) Isu kasus hukum pertambangan di dominasi oleh kasus penindakan
terhadap izin pertambangan yang telah habis masa berlakunya, dan
penyitaan penyelundupan bahan tambang. Berdasarkan analisis
terdapat beberapa kesimpulan pokok yaitu: 1) Ketidakpastian hukum
masih mewarnai investasi pertambangan minerba karena di samping
masih banyaknya permen ESDM dan peraturan yang sifatnya teknis
belum disahkan juga sebagai dampak terjadinya tumpang tindih
antarsektor, dan diantara tingkatan pemerintah dari Pusat sampai
Daerah, 2) Kegiatan PETI berbagai bahan galian terutama PETI emas
dan batubara (yang terpantau tim) di berbagai pelosok tanah air masih
marak, 3) Masa depan pertimahan nasional cukup mengkhawatirkan
dilihat dari kebijakan pengelolaan pertambangan timah di Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung, 4) Kebijakan Otsus Provinsi Papua
menghambat investasi pembangunan minerba karena UU no 21 tahun
2001 setelah 10 tahun diundangkan belum disertai PP dan permen
sebagai peraturan pelaksanaan yang dapat dipedomani daerah untuk
menyusun Perdasi dan Perdasus, 5) Implementasi kebijakan otda
kabupaten atau kota untuk pertambangan minerba masih kental
dengan orientasi PAD, dan 6) Kerusakan lingkungan akibat kegiatan
PETI (terutama emas dan batubara) semakin marak dan cenderung
tidak terkendali karena Daerah tidak mampu mengelola akibat
keterbatasan dana, personil dan teknologi, disamping norma,
pedoman, standard an kriteria untuk pertambangan rakyat yang
diamanatkan UU no 4 tahun 2009 belum diterbitkan. Kegiatan ini
menghasilkan rumusan solusi pemecahan masalah sebagai bahan
masukan bagi perbaikan kebijakan pertambangan mineral dan
batubara, serta tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh para pemilik
kepentingan pertambangan mineral dan batubara.


Ketersediaan
#
Laporan Litbang (MB02) 622:64.012.6
2010031
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
622:6.012.6 YUN p
Penerbit
Bandung : ., 2010
Deskripsi Fisik
vii, 158 hlm. : bib. ; ilus. ; lamp. ; tab. ; 24 c
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
622:6.012.6
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Mineral dan Batubara
Problema Pertambangan
Analisis Isu-isu
Rekomendasi Isu-isu
digital litbang
Info Detail Spesifik
Digitalisasi
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Geominerba
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sebagai Sistem Manajemen Perpustakaan yang lengkap, SLiMS (Senayan Library Management System) memiliki banyak fitur yang akan membantu perpustakaan dan pustakawan dalam melakukan pekerjaannya dengan mudah dan cepat. Follow link ini untuk melihat fitur dari SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?