Text
Pembuatan Prototipe Kokas Pengecoran
Kegiatan pembuatan prototipe kokas pengecoran merupakan salah
satu kegiatan dari kelompok Program Teknologi Pengolahan dan
Pemanfaatan Batubara yang dibiayai dari DIPA 2008, dengan tujuan
dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan operasi pilot plant kokas
secara kontinu sehingga minimal dapat digunakan sebagai
percontohan pembuatan kokas untuk sentra industri metal
(pengecoran atau pembuatan besi) dan mematik tumbuhnya industri
kokas di berbagai lokasi, serta diharapkan terwujudnya sarana dan
kegiatan prototype kokas dengan menerapkan prinsip operasi kontinu
minimal pada kapasitas 1 ton per hari. Kebutuhan kokas pengecoran
di Indonesia secara keseluruhan cukup besar sekitar 150.000 ton per
tahun, untuk satu sentra industri kecil pengecoran di Ceper dengan
berdasarkan hasil inventarisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kabupaten Klaten Jawa Tengah sekitar tahun 2005 membutuhkan
kurang lebih 12.000 ton per tahun. Dalam rangka pemenuhan
kebutuhan kokas pengecoran dalam negeri yang berasal dari batubara
Indonesia sejak tahun 2004 telah dilakukan pembuatan kokas dengan
sistem double process di Sentra Teknologi Pemanfaatan Batubara di
Palimanan. Berdasarkan hasil kegiatan TA 2006 dan 2007 telah cukup
data untuk melanjutkan pembuatan prototipe kokas berkapasitas 300
ton per tahun. Pelaksanaan kegiatan pada tahun 2008 adalah
Pembuatan Prototipe Kokas Pengecoran dititik beratkan pada
penempatan peralatan, pengoperasian prototipe kokas, dan analisa
bahan baku dan produk kokas secara umum. Pada kegiatan
pembuatan prorotipe kokas tersebut tata letak peralatan telah
ditempatkan sesuai dengan kondisi aliran bahan yang ergonomis
sehingga tidak terjadi tumpang tindih lintasan bahan selama proses
produksi. Prototipe kokas pengecoran tersebut akan dapat menjadi
model pembuatan kokas pengecoran dari batubara Indonesia
meskipun bukan batubara jenis coking coal. Dalam hal sebagai model
pembuatan kokas pengecoran maka produksi kokas sebagai keluaran
kegiatan ini harus memenuhi persyaratan minimal kokas pengecoran
antara lain nilai kalor tinggi (> 7.000 kkal/kg), abu rendah (< 12%),
tumbler mencapai 65% dan persyaratan lainnya. Hasil kegiatan
menunjukkan bahwa pengoperasian peralatan prototipe pembuatan
kokas mendekati optimal namun masih perlu peningkatan unjuk kerja
terutama pada rotary kiln dan pneumatic conveyor dengan mutu kokas
dalam bentuk silinder maupun prisma cukup baik sebagai kokas
pengecoran. Hitungan ekonomi pada kapasitas 3.000 ton per tahun
cukup layak diusahakan secara komersil dengan kebutuhan modal Rp
14.650.000.000,- menghasilkan laba bersih Rp 3.546.067.000,- per
tahun, IRR 29,3% per tahun dan pengembalian modal 4,3 tahun.
Pembuatan prototipe kokas pengecoran merupakan bagian dari
rangkaian kegiatan pembuatan kokas dari batubara Indonesia dengan
kegiatan pembuatan kokas pengecoran sangat diperlukan sebagai
upaya rill penanggulangan kelangkaan kokas pengecoran yang terjadi
saat ini sehingga dengan berdirinya prototipe pembuatan kokas
pengecoran saat ini maka kegiatan lanjutan pada tahun yang akan
datang adalah operasi produksi prototipe pembuatan kokas
pengecoran ditekankan pada operasi terpadu dan sosialisasi
pembuatan kokas pengecoran pada industri logam.
Tidak tersedia versi lain