Text
Rancang Bangun Peleburan Bijih Galena Ramah Lingkungan (Lanjutan)
Metode peleburan timbal tradisional dari konsentrat bijih galena yang
menggunakan mesin sinter dan tanur tiup pada saat ini telah banyak
digantikan oleh proses peleburan secara langsung yang memiliki
keunggulan ditinjau dari aspek biaya modal dan biaya operasi,
penggunaan energi dan efek terhadap lingkungan. Disamping itu
didorong juga oleh adanya peraturan lingkungan yang makin ketat
mengenai emisi dan nilai ambang batas timbal di udara telah
mendorong pengembangan proses peleburan timbal untuk
menggantikan kombinasi pabrik sinter dan tanur tiup. Proses baru ini
dikenal sebagai proses peleburan langsung (direct smelting) dan
disebut juga teknologi peleburan timbal modern. Teknologi peleburan
langsung timbal telah dikembangkan oleh berbagai perusahaan besar
peleburan timbal di dunia seperti QSL, Kivset, AUSMELT, dan TBRC,
teknologi QSL peleburan langsung timbal dari konsentrat
dikembangkan oleh perusahaan peleburan timbal terbesar di Jerman,
Berzelius Stolberg Gmbh yang pertama kali dikomersialkan pada
tahun 1990. Teknologi QSL secara komersial di dunia saat ini telah
digunakan di beberapa negara selain Jerman, yaitu Republik Rakyat
Cina, Kanada (Trial-Cominco Ltd) dan Korea Selatan (Onsan).
Teknologi ini telah diaplikasikan untuk berbagai proses seperti
pengolahan terak, operasi peleburan dan converting. Teknologi ini
didasarkan pada pengumpanan dari atas (top-entry), submerged lance
system, pemakaian gas alam, proses udara dan oksigen di bawah
permukaan cairan terak. Tujuan penelitian ini adalah karakterisasi
sifat fisik dan kimia umpan pelet dan peleburan serta uji coba operasi
alat rancang bangun peleburan bijih galena, dan diharapkan
mendapatkan umpan yang sesuai yaitu berkadar 60% Pb untuk
peleburan dan parameter proses peleburannya serta uji atau
pengecekan (commissioning) operasi alat rancang bangun hingga
1200°C. Dalam upaya untuk merancang peralatan peleburan yang
didasarkan pada proses QSL yaitu bagian tungku oksidasi dan tungku
reduksi. Peralatan ini dirancang untuk proses peleburan kontinyu
dengan reaksi oksidasi dan reduksi berlangsung dalam suatu
rangkaian peralatan tungku peleburan. Dari hasil uji coba tungku QSL
dapat dioperasikan hingga temperatur 1200°C dalam waktu 181 menit
dan konsumsi solar 97 liter kondisi tungku stabil dan tidak retak.
Berdasarkan hasil uji SEM peleburan galena pada temperatur 900°C
selama 1 jam dengan komposisi 1:1:1 menunjukkan galena yang sudah
teroksidasi dan telah terbentuk Pb = 11,68% atau PbO 12,58%. Hasil
analisis X-RD dan mikroskop optik terlihat bahwa perconto bijih
sulfida masih mengandung galena sebagai mineral paling dominan
sedangkan dari hasil peleburan pelet pada temperatur 900°C waktu 60
menit belum terbentuk PbO dan Pb walaupun pellet sudah menyiter
mungkin reaksi belum sempurna.
Tidak tersedia versi lain