Text
Rancangan Dasar Proses dan Kajian Ekonomi Global Skala Komersil Pembuatan Kokas Pengecoran Batubara Non Coking
Kokas pengecoran umumnya dibuat dari batubara jenis coking coal,
dan bahan baku kokas pengecoran lainnya dapat berupa green coke
atau arang kayu atau material karbon lainnya. Pembuatan kokas
pengecoran dari batubara non coking hanya akan menghasilkan kokas
yang rapuh, mudah hancur sehingga tidak dapat digunakan pada
proses pengecoran besi atau logam. Meskipun Indonesia memiliki
cadangan batubara cukup berlimpah, sekitar 28,17 juta ton, namun
tidak mempunyai cadangan coking coal. Untuk mendapatkan kokas
pengecoran dari batubara Indonesia perlu modifikasi alur proses
pembuatan kokas pengecoran. Modifikasi tersebut adalah melalui
proses pembriketan dengan bahan pengikat yang bersifat coking
substance (dapat mengkokas) dan dilanjutkan rekarbonisasi. Aspal
petroleum adalah salah satu bahan pengikat yang mudah diperoleh
bahkan diproduksi oleh perusahaan kilang minyak di Indonesia.
Berkaitan dengan kebutuhan kokas untuk industri pengecoran,
industri kecil pengecoran besi acapkali mengalami kesulitan pasokan
kokas akibat terganggunya pemasokan kokas pengecoran impor.
selama ini kebutuhan kokas pengecoran dipenuhi dari RR China atau
Taiwan, dan kebutuhan pengecoran di Indonesia secara keseluruahan
cukup besar, sekitar 350.000 ton per tahun. Untuk satu sentra idustri
kecil pengecoran di ceper membutuhkan 9.600 ton sampai 12.000 ton
per tahun. Jumlah kebutuhan tersebut merupakan hasil inventarisasi
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klaten Jawa Tengah
sekitar tahun 2005. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk penguasaan
teknologi pembuatan kokas pengecoran berbasis batubara domestik
sebagai upaya pemenuhan dan kemandirian kokas pengecoran dalam
negeri minimal pada kapsitas 3.000 ton per tahun dan bersifat layak
ekonomi, serta sasaran yang diperoleh kemampuan produksi kokas
pengecoran berbasis batubara domestik untuk diterapkan pada
industri pengecoran logam minimal pada pemenuhan satu sentra
industri logam (kapasitas 3.000 ton per tahun). Dengan demikian
target akhir berupa penguasaan teknologi produksi kokas pengecoran
dalam bentuk rancangan dasar proses dan kajian awal kelayakan
ekonomi kapasitas 3.000 ton per tahun dapat tercapai . Dampak positif
dari kegiatan tersebut dapat berupa swasembada kokas dari batubara
Indonesia.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain