Text
Pengembangan Teknologi Aktivitas dalam Pembuatan Karbon Aktif
Penelitian pengembangan karbon aktif ini merupakan penelitian
lanjutan yang menitik beratkan pada pengamatan hasil percobaan
aktivasi pada reaktor dengan kapasitas 60 kg/jam yang dilakukan di
Palimanan, Cirebon. Batubara yang digunakan adalah batubara
peringkat rendah. Proses pembuatan karbon aktif diawali dengan
proses karbonisasi. Pada proses tersebut terjadi penghilangan
komponen-komponen yang mudah menguap dan bergabungnya
sebagian senyawa-senyawa karbon membentuk suatu kristalit. Hasil
dari karbonisasi yaitu karbon yang telah berpori tapi masih tertutup
oleh tar dan adanya senyawa karbon yang masih berada di luar
kristalit. Proses aktivasi dilakukan dengan metode fisika dengan
mengalirkan uap air bertekanan tinggi ke dalam sebuah reaktor pada
suhu >800oC. Aktivasi bertujuan mengubah material karbon yang
semula tidak atau kurang aktif menjadi lebih aktif menyerap material
organik/anorganik. Selama proses ini lapisan tar dihilangkan dan
volume pori ditambah atau dikembangkan. Proses aktivasi yang
dewasa ini umum diterapkan ada dua cara yaitu aktivasi secara fisik
dan aktivasi secara kimia. pori-pori karbon aktif yang diaktifkan secara
fisik gasifikasi karbon pada suhu relatif yang tinggi sedangkan
pori=pori aktif karbon aktif yang diaktifkan secara kimia diperoleh
melalui reaksi dehidrasi yang berlangsung pada suhu rendah. Tujuan
dari penelitian ini adalah optimasi kualitas produksi dengan sistem
aktivasi thermal atau fisik dalam mempersiapkan pengembangan
karbon aktif dari batubara peringkat rendah pada skala pilot plant.
Karbon aktif yang dihasilkan dari pengembangan teknologi aktivasi ini
cenderung telah mendekati mutu karbon aktif komersial dengan
bilangan iodine 296 mg/g. Dengan memodifikasi ruang bakar, proses
karbonisasi sekaligus dapat dilakukan di dalam reaktor sebelum
berlangsungnya proses aktivasi, sehingga tidak perlu dilakukan
karbonisasi secara partial, hal ini terbukti dengan bilangan iodine yang
hampir mendekati bilangan iodine di pasaran. Proses pembuatan
karbon aktif diawali dengan proses karbonisasi dan pada proses
tersebut terjadi penghilangan komponen-komponen yang mudah
menguap dan bergabungnya sebagian senyawa-senyawa karbon
membentuk suatu kristalit. Hasil dari karbonisasi yaitu karbon yang
telah berpori tapi masih tertutup oleh tar dan adanya senyawa karbon
yang masih berada di luar kristalit. Proses aktivasi dilakukan dengan
metode fisika dengan mengalirkan uap air bertekanan tinggi ke dalam
sebuah reaktor pada suhu > 800 derajat celcius.
Tidak tersedia versi lain