Text
Optimasi Produksi Karbon Aktif Berbasis Batubara
Karbon aktif dikenal sebagai bahan berbentuk kristalit dengan
struktur pori yang sangat besar sehingga memiliki sifat adsorpsi yang
sangat kuat, dan sifat adsorpsi karbon aktif diperoleh melalui proses
pengarangan (karbonisasi) dan aktivasi. Subtitusi BBM dengan
batubara telah menghemat biaya proses sebesar ± 60% dari
penggunaan bahan bakar minyak. Meskipun hasil efesiensi produk
cukup besar, namun perlu mengoptimalkan penggunaan tungku siklon
sehingga proses dapat berlangsung secara maksimal dan
menghasilkan kondisi proses seperti halnya penggunaan bahan bakar
minyak. Optimalisasi dilaksanakan dengan percobaan pembuatan
karbon aktif dengan mengacu pada hasil kegiatan tahun 2009,
sedangkan dua kegiatan utama lainnya adalah melajutkan efesiensi
proses dan uji coba pemanfaatan karbon aktif di lapangan.
Pelaksanaan efesiensi proses dengan persiapan instalasi pemanfaatan
gas buang hasil proses aktivasi sebagai bahan bakar boiler. Sedangkan
uji coba pemanfaatan akan dilaksanakan di tambak udang di daerah
Pangandaran Ciamis. Tujuannya adalah memperoleh sistim peralatan
dana kondisi proses pembuatan karbon aktif yang efisien dan efektif
sehingga pembuatan karbon aktif berbasis batubara Indonesia layak
diterapkan di masyarakat. Proses pembuatan karbon aktif dari
batubara dapat dilakukan dengan menggunakan rotary kiln berbahan
bakar batubara (tungku siklon), dan menghasilkan karbon aktif
komersil atau menurut Standar Industri Indonesia. Sistem distribusi
uap air sepanjang ruang kiln, telah mengurangi resiko terbakarnya
bahan menjadi abu sehingga meningkatkan daya serap karbon aktif.
Karbon aktif batubara hasil percobaan telah dapat digunakan untuk
proses penjernihan air pada budidaya udang yang selama ini
menggunakan karbon aktif tempurung kelapa. Hasil uji coba, pH dari
8,06 turun menjadi 7,41, alkalinitas dari 139 menjadi 74 mg/L,
sedangkan N-NH4
+ dari 0,27 menjadi 0,016 mg/L. Efesiensi proses
pada penggunaan tungku siklon telah menghemat biaya produksi
sebesar 65% lebih murah daripada penggunaan bahan bakar minyak,
dan untuk memenuhi keekonomian produk perlu efisiensi terhadap
pengguanaan bahan bakar minyak pada boiler.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain