Text
Standarisasi dan Sosialisasi Briket Batubara dan Light Coal dan Bahan Bakar Berbasis Batubara Skala Nasional
Briket batubara adalah salah satu energi alternatif yang paling awal
disosialisasikan ke masyarakat dibandingkan dengan energi alternatif
lainnya. Dari sisi teknologi dan bahan baku dianggap sudah sangat siap
untuk dapat mensubtitusi minyak tanah. Namun kenyataannya masih
dihadapkan pada berbagai kendala, selain harga yang tidak dapat
berkompetisi dengan minyak tanah (masih subsidi) juga maslah teknis
dimana briket batubara dianggap bahan bakar yang tidak praktis dan
tidak ramah lingkungan. Kenyataan dilapangan menunjukan, masih
adanya briket batubara denga kualitas dibawah spesifikasi yang
tertuang di dalam Permen ESDM No. 047.2006, terutama kandungan
sulfur (>1%) dan nilai kalor < 4000 kkal/kg (untuk non karbonisasi).
Oleh karena itu untuk keseragaman kualitas diperlukan SNI Briket
Batubara dan telah dirumuskan RSNI yang telah diajukan ke BSN.
Standarisasi dipperlukan untuk member keyakinan kepada
masyarakat mengenaik mutu baik bahan baku briket maupun
kompor/tungku bahwa bahan bakar yang digunakan ramah terhadap
lingkungan sedangkan Metoda sosialisasi yang diselenggarakan di
pengguna/industri/pesantren dirasa cukup efektif, ditunjang dengan
pembangunan tungku percontohan TERINTEGRASI dan dilengkapi
dengan cerobong, ternyata memberikan efesiensi thermal berkisar 40
– 49% serta kualitas udara pembakaran (SO2, CO, NO2, H-C dan
partikulat) di ruang kerja umumnya di bawah NAB, sesuai denga Surat
Edaran No. 01 Menaker. Begitu juga dengan kompor untuk rumah
tangga yang telah mengacu pada SNI No.7498:2008 kinerjanya cukup
baik dengan kadar emisi rata 287 ppm (di bawah batas maksimal
emisi kompor yang tertuang di dalam Permen ESDM No.047/2008,
yakni 626 ppm. MAksud dari kegiatan ini adalah menentukan syarat
mutu sebagai bahan masukan di dalam perumusan RSNI Briket
Batubara yang ramah lingkungan dan melakukan sosialisasi
pemanfaatan briket batubara melalui pembuatan tungku briket dan
modifikasi dapur di pesantren dan industri padat energi, serta
Kegiatan ini bertujuan menjadikan tungku-tungku yang dikembangkan
baik di pesantren dan industri sebagai percontohan bagi masyarakat
yang berkeinginan beralih kebahan bakar briket batubara dan
mensosialisasikan jenis kompor briket batubara yang memenuhi
standar yang dipersyaratkan di dalam SNI.
Tidak tersedia versi lain