Text
Uji Coba Pembakaran Limbah Batubara dengan Pembakar Siklon
Banyaknya limbah batubara yang dihasilkan oleh Kaltim tergantung
pada total produksi batubaranya per tahun seperti tercatat pada tahun
2005 sekitar 87 juta ton dan tahun 2007 sekitar 110 juta ton dan
diasumsikan sekitar 20%-nya merupakan total banyaknya limbah
batubara yang dapat mencapai jutaan ton per tahun. Selama ini,
limbah batubara masih dianggap sebagai bahan tidak dapat
dipasarkan sehingga masih tersimpan dalam sistem penampungan
limabh batubara (sludge disposal system), seperti kolam (pond),
timbunan (stockpile) atau lubang galian (landfill). Maksud kegiatan ini
adalah untuk mengetahui pengarauh karakteristik limbah batubara
terhadap krakteristik pembakarannya dalam rangka mengidentifikasi
apakah suatu tipe limbah batubara mudah dinyalakan atau tidak
dalam rangka penentuan kemampuan keterbakarannya dengan
pembakar siklon. Tujuannya adalah untuk mengklarifikasi hubungan
antara parameter karakteristik limbah batubara dan parameter
karakteristik pembakarannya dalam rangka menyediakan informasi
dan data kinerja pembakaran semua contoh limbah batubara yang
diperoleh selama program uji coba demi kepentingan peningkatan
status limbah batubara, terutama dari tipe SL sebagai sumber energi
alternatif dari non-marketable coal sampai menjadi marketable coal.
Karakteristik limbah batubara ditentukan oleh analisa proksimat {air
lembab bawaan (Inherent Moisture = IM), abu (Ash = A), zat-terbang
(Volatile Matter = VM) dan karbon tertambat (Fixed Carbon = FC)}
dalam kaitannya dengan fuel ratio = FC/VM dan volatile ratio =
{VM/(VM + FC)} dan analisa ultimat (C,H,O,N,S) serta pengujian nilai
kalori, berat jenis dan analisa ayak hanya untuk SL. Kadar pengotor
(IM dan A) dari setiap tipe limbah batubara mempengaruhi nilai kalori
dan umumnya menurunkan nilai kalori dengan menurunnya fuel ratio
dan naiknya volatile ratio. Semua limbah batubara mempunyai kisaran
nilai kalori yang masih tinggi yaitu yang terendah dar DC-TH bagian
lantai lapisan batubara sekitar 2.000 kkal/kg dan SL-MHU sekitar
2.400 kkal/kg sampai yang tertinggi dari SL-BBE sekitar 4.700 kkal/kg
dan DC-MHU sekitar 5.000 kkal/kg. walaupun demikian semua limbah
batubara dapat digolongkan sebagai bahan karbonan (carbonaceous
material) karena masih mengandung kadar C yang cukup tinggi dari
22% sampai 51% dengan kisaran nilai kalori yang cukup luas dari
2.000 kkal/kg sampai 5.000 kkal/kg. Sedangkan karakteristik SL
tergantung pada kadar pengotor dan distribusi ukuran partikel yaitu
semakin halus ukuran partikel SL semakin rendah nilai kalorinya,
terutama pada fraksi ukuran – 75 μm hanya mencapai nilai kalori
sekitar 2.000 kkal/kg.
Tidak tersedia versi lain