Text
Percontohan Pengolahan Zeolit dan Bentonit di Citatah, Kab. Bandung Barat
Lingkup kegiatan Tim Percontohan Pengolahan Zeolit dan bentonit di
Citatah tahun 2009 adalah melakukan ujicoba aktivasi bentonit dan
zeolit alam pada skala laboratorium dan pemasangan peralatan pilot
plant berikut instalasi listrik dan air pada skala pilot. Pada uji coba
aktivasi zeolit skala laboratorium, zeolit yang digunakan ada dua
macam, pertama adalah zeolit asal Sindangkerta (Cipatujah,
Tasikmalaya), jenis campuran clinoptilolit dan mordenit, nilai KTK
79,26 meq/100 g. Komposisi kimianya adalah sbb; SiO2 77,60%; Al2O3
: 7,34%; Na2O : 0,96%; K2O : 3,95%; CaO : 1,73%; Fe2O3 : 0,74%; MgO :
6,60%. TiO2 : 0,16% dan LOI 6,67%. Dan yang kedua adalah zeolit asal
Lampung jenis mordenit, nilai KTK 72,24% meq/100 g. Komposisi
kimianya adalah sbb; SiO2 70,50%; Al2O3 : 12,37%; Na2O : 0,58%; K2O :
6,90%; CaO : 1,48%; Fe2O3 : 1,32%; MgO : 0,31%. TiO2 : 0,54% dan LOI
5,70%. Bentonit yang digunakan sebagai bahan baku pada ujicoba
pengolahan bentonit pada skala laboratorium berasal dari desa
Parakan Honje (Bantarkalong, Tasikmalaya), mengandung
montmorillonit dengan mineral ikutan kristobalit, memiliki daya
pemucat warna minyak sawit mentah sebesar 40,2-43,8% dan
komposisi kimia SiO2 : 70,30-74,30%; Al2O3 : 9,11-12,02%; Na2O :
0,05-0,31%; K2O : 0,16-0,43%; CaO : 0,46-1,08%; Fe2O3 : 1,68-2,85%;
MgO : 4,25-5,20%. TiO2 : 0,27-0,44% dan LOI 7,45-9,20%. Untuk
meningkatkan mutu dari zeolit dan bentonit tersebut perlu aktivasi,
pada zeolit metoda aktivasi yang dilakukan adalah secar kimia dengan
cara dikontakkan dengan larutan asam sulfat atau soda kostik pada
kondisi diaduk. Setelah diaktivasi, disaring, dan dibilas sampai filtrate
mendekati netral, dan dikeringkan sampai kadar air kurang dari 7%.
Pada aktivasi menggunakan soda kostik, kondisi aktivasi ditetapkan
ssb : lama pengadukan 1 jam, ukuran butir zeolit -28 + 48 mesh,
konsentrasi asam sulfat 0,2 N dan persen padatan 20%, dan tanpa
pemanasan. Pada bentonit kondisinya adalah sebagai berikut : bahan
pengaktif asam sulfat, waktu kontak bervariasi antara 3-6 jam, persen
padatan 20%, dan konsentrasi asam 0,5-3 N. Pada aktivasi zeolit
menggunakan soda kostik, KTK meningkat dari 79,26 menjadi 139,14
meq/100 g (zeolit asal Lampung). Pada aktivasi menggunakan asam
sulfat meningkat dari 79,26 menjadi 147,35 meq/100 g (zeolit asal
Sindangkerta) dan dari 72,24 menjadi 80,37 meq/100g (zeolit
Lampung). Hasil uji daya pertukaran ion terhadap logam-logam Cu, Cd,
Pb, Zn, Cr, Ni dan Co menunjukkan bahwa hasil aktivasi menggunakan
soda kostik lebih baik bila dibandingkan dengan aktivasi
menggunakan asam sulfat. Zeolit Sindagkerta meningkat daya adsorpsi
terhadap beberapa logam berat setelah diaktivasi dari semula sbb : Pb
; 99,78%, Cd ; 38,44%, Cu ; 79,54%, Zn ; 33,51%, Cr ; 30,72%, Ni ;
30,35% dan Co ; 31,46%. Setelah diaktivasi dengan NaOH menjadi sbb;
Pb: 99,44%, Cd ; 87,69%, Cu ; 96,88%, Zn ; 96,62%, Cr ; 15,86%, Ni ;
71,94%, dan Co ; 83,69% pada kondisi uji pemakaian dosis berat zeolit
4 gram/100ml dan nilai pH limbah 4,6. Kecuali pada logam Pb dan Cr
terjadi penurunan. Zeolit Lampung meningkat daya adsorpsi terhadap
beberapa logam berat setelah diaktivasi dari semula sbb : Pb : 86,76%,
Cd ; 39,65%, Cu ; 85,44%, Zn ; 32,39%, Cr ; 24,19%, Ni ; 30,62% dan
CO ; 28,46%, setelah diaktivasi dengan NaOH menjadi sbb; Pb : 100%,
Cd ; 90,75%, Cu ; 97,25%, Zn ; 97,83%, Cr ; 21,42%, Ni ; 83,04%, dan
Co ; 87,93%. Pada kondisi uji pemakaian dosis berat zeolit 4
gram/100ml dan nilai pH limbah 4,6 kecuali pada logam Cr terjadi
penurunan. Pada bentonit setelah diaktifasi ternyata nilai daya
pemucatnya meningkat dari semula 40,2 - 43,8 menjadi 70,3-79,0%
sebagai bahan pembanding, daya pemucat bentonit impor merk
“tonsil” yang diuji secara sama sebesar 82,40%. Selainitu kondisi
aktivasi yang optimal terjadi pada konsentrasi asam 3 N, waktu
aktivasi 3 jam dan persen padatan 20%. Berdasarkan hasil ujicoba
aktivasi zeolit dan bentonit pada skala laboratorium terjadi
peningkatan mutu zeolit dan bentonit tersebut setelah diaktivasi,
zeolit aktif yang dihasilkan telah meningkat nilai KTK nya, pada zeolit
asal Sindakerta mampu mencapai klarifikasi mutu yang cukup baik
dan mampu menyerap logam-logam berat yang terdapat dalam limbah
pada kondisi seperti tersebut diatas. Kegiatan pemasangan instalasi air
dan listrik belum bisa dilaksanakan karena peralatan skala pilot plant
yang direncanakan diadakan tahun 2009 ternyata belum bisa
terlaksana karena peserta tender hanya dua peserta sehingga belum
memenuhi persyaratan untuk terlaksananya tender tersebut. Kegiatan
tersebut direncanakan akan dilakukan pada tahun 2010.
Tidak tersedia versi lain