Latar belakang dilakukan Pemantauan dan Analisis Perkembangan Pertambangan Mineral dan Batubara adalah masih banyaknya agenda permasalahan pertambangan tahun 2006 dan tahun-tahun sebelumnya, antara lain: a) ketidakpastian dan inkonsistensi hukum 311 atau legal certainly, b) tumpang tindih peraturan, dan sinkronisasi antara pusat dengan daerah, c) masalah pajak dan keuangan, d) masalah …
Kegiatan Pemantauan dan Analisis Problema Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara tahun 2009 dilatarbelakangi oleh terjadinya problema pertambangan yang mengemuka dalam bentuk isu pertambangan setiap tahun. Di samping itu, tiap akhir tahun selalu teragendakan problema pertambangan yang tidak terselesaikan yang menjadi problema pada tahun berikutnya. Maksud kegiatan ini menginvetarisasi d…
Polisiklik aromatik Hidrokarbon (PAH) di lingkungan merupakan produk samping dari hasil pembakaran seyawa organik seperti batubara dan briket batubara, sifat PAH yang berpotensi menyebabkan kanker (carcinogenic), mutasi (mutagenic) dan beracun menjadi faktor penyebab diperhatikannya polutan ini. Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) telah menjadi masalah besar pada lingkungan sehingga san…
Briket batubara adalah salah satu energi alternatif yang paling awal disosialisasikan ke masyarakat dibandingkan dengan energi alternatif lainnya. Dari sisi teknologi dan bahan baku dianggap sudah sangat siap untuk dapat mensubtitusi minyak tanah. Namun kenyataannya masih dihadapkan pada berbagai kendala, selain harga yang tidak dapat berkompetisi dengan minyak tanah (masih subsidi) juga m…
Teknologi pembuatan dan pembakaran CWF dari batubara hasil proses UBC merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya yaitu pembuatan dan pembakaran CWF pada skala pilot. Batubara sebagai bahan baku pembuatan CWF sebaiknya batubara dengan kadar air yang relatif rendah (< 10%). Batubara dengan kadar air yang tinggi (lignit dan sub-bituminus) biasanya bersifat hidr…