Peningkatan kadar (upgrading) bauksit Kalimantan Barat untuk metalurgi dilakukan, mengingat bauksit Kalimantan Barat hanya berkadar antara 30-40% Al2O3, sedangkan contoh bauksit baru dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan SGA dengan proses Bayer yang oleh the Bureau of India Standars (BIS) menetapkan standar bahan baku bauksit untuk metalurgi harus mengandung Al2O3 > 52%, SiO2 52% ya…
Potensi pasir zirkon di Kalimantan Tengah, belum termanfaatkan untuk menghasilkan produk zirkon dengan nilai yang tinggi, dan pada saat ini pasir zirkon hanya diolah dengan cara sederhana, serta di Kalimantan masyarakat mengolah pasir zirkon dengan menggunakan peralatan berupa palong (sluice box) dan diulang untuk menghasilkan konsentrat pasir zirkon berkadar 50-55% ZrO2 dan diekspor ke Ci…
Konsentrat pasir zircon yang digunakan berkadar 64,71% (ZrO2) yang sudah mengalami peningkatan kadar pasir zircon asal berkadar 52,15% ZrO2 dengan pengotor terbanyak adalah SiO2 32,05%, Fe2O3 1.30%, TiO2 6,68% dengan menggunakan serangkaian peralatan terdiri dari meja goyang dan pemisah magnetic (magnetic separator). Konsentrat pasir zircon dilebur dengan menggunakan reflux NaOH dan Na2CO…